Sunday, March 17, 2019

Kekhalifah Khulafaurrasyidin

Kekhalifah Khulafaurrasyidin


1. Abu Bakar as-Siddiq
        Masa kekhalifah Abu Bakar berjalan selama 2 tahun 3 bulan 11 hari, yaitu tahun 11-13 H/632-634 M. Abu Bakar merupakan sosok khalifah yang berakhlak mulia. Meskipun ia tinggal dan besar dalam keluarga jahiliah, ia tidak pernah mengikuti ajarannya. Beliau juga dikenal sebagai seorang dermawan yang rela menyerahkan seluruh haranya untuk dakwah Rasullah SAW.



2. Umar bin Khattab
       Umar bin khattab menjabat sebagai khalifah selama kurang lebih 10 tahun 6 bulan, yaitu tahun 13-23 H/ 634-644 M. Umar memiliki sifat-sifat yang mulia. Beliau merupakan seorang khalifah yang adil dan tegas dalam berbuat, sederhana, dermawan, dan memiliki rasa sosial yang sangat tinggi. Beliau rela memanggul gandum dan memasakkan sendiri gandum tersebut untuk rakyatnya yang kelaparan.




3. Utsman bin Affan
           Masa pemerintahan Utsman bin Affan termasuk yang paling lama bila dibanding dengan khalifah lainnya, yaitu selama 12 tahun (24-36 H/644-656 M). Utsman terkenal sebagai orang yang kaya dan dermawan. Melalui kekayaannya, dia dermakan untuk mengembangkan agama Islam. Utsman juga dikenal sebagai orang yang selalu mendahulukan hak-hak Allah daripada hak-hak sebagai hamba di dunia.



4. Ali bin Abi Thalib
      Pada akhir bulan Dzulhijjah tahun 35 H bertepatan dengan tanggal 23 Juni tahun 656 M, Ali bin Abi Thalib dilantik menjadi khalifah. Ketika menjadi khalifah, Ali bin Abi Thalib terkenal berani dan tegas dalam menjalankan tugas-tugas kepemimpinannya, menegakkan keadilan, menjalankan undang-undang Allah SWT, serta menindak serta menindak segala macam kezaliman dan kejahatan.

Saturday, March 16, 2019

Kerajaan Islam Di Sulawesi


Kerajaan Islam Di Sulawesi
  Kerajaan Islam yang terdapat di sulawesi di antaranya Giwa Tallo/ Makasar, Bone, Wajo, Soppeng, dan Kesultanan Buton. Dari sekian banyak kerajaan itu, yang terkenal antara lain Kerajaan Gowa Tallo.   

Pada awalnya di daerah Gowa terdapat sembilan komunitas, yang dikenal dengan nama Bate Salapan (sembilan bendera yaitu: Tombolong, Lakiung, Parang-parang, Data, Agangjene, Saumata, Bissei, Sero dan kalili), yang kemudiam menjadi pusat kerajaan Gowa. Kerajaan ini mencapai puncak kebesarannya pada masa pemerintahan Sultan Hasannudin. Atas keberanian Sultan Hasannudin melawan Belanda, maka Belanda memberikan julukan padanya sebagai Ayam Jantan dari Timur.

Kerajaan Islam Di Sumatera




Kerajaan Islam Di Sumatera
    Kesultanan Samudra pasai
    Raja-raja yang memerintah di kesultanan samudra pasai sultan malik as-shaleh,sultan mahmud malik zahir, sultan zainal abidin malik zahir, sultan nahrisyah, Abu zain malik zahir, mahmud malik zahir.

Kerajaan Aceh
  Kerajaan aceh didirikan sultan ali mughyat syah pada tahun 1530, kemudian digantikan oleh sultan Alaudin al-kahar, Alaudin riayat syah (sultan muda), sultan iskandar mufa,sultan iskandar Thani/ 'sani.

Makalah Kerajaan Islam Di Jawa


Kerajaan Demak
    Demak berdiri tahun 1500 sebagai sebuah kerajaan yang terletak di daerah Bintoro,dekat muara sungai Demak. Raja-raja yang memerintah di Demak yaitu: Raden Fatah sebagai pendiri dan Raja pertama,pati Unus,Sultan Trenggono, Sunan Prawoto.

Kerajaan Mataram Islam
    Mataram berdiri pada tahun 1586 dengan Raja pertamanya Sutawijaya yang bergelar penembahan Senopati. Setelah penambahan Senopati wafat pada tahun 1601 (dimakamkan di Kotagede Yogyakarta), kemudian dilanjutkan putranya yang bernama: Mas Jolang, Raden Mas Rangsang (Sultan Agung). Mataram mencapai kejayaan pada masa Sultan Agung. Pengaruh Mataram memudar setelah Sultan Agung meninggal pada tahun 1645 M.

Kerajaan Islam Cirebon
    Asal-usul nama Cirebon terdapat dua pendapat, menurut Babad Cirebon menyebutkan bahwa kota Cirebon berasal dari kata ci dan rebon (udang kecil). Nama tersebut berkaitan dengan kegiatan para nelayan di Muara Jati, Dukuh Pasambangan, yaitu membuat terasi dari udang kecil (rebon). Adapun versi lain yang diambil dari kitab Negarakertabhumi menyatakan bahwa kata Cirebon adalah perkembangan kata caruban yang berasal dari kata sarumban yang berarti pusat percampuran penduduk.

Kerajaan Islam Banten
  Pada awalnya kawasan Banten juga dikenal dengan Banten Girang merupakan bagian dari kerajaan Sunda. Kedatangan pasukan Kerajaan Demak di bawah pimpinan Maulana Hasanuddin ke kawasan tersebut selain untuk perluasan wilayah juga sekaligus penyebaran dakwah Islam. Kemudian dipicu oleh adanya kerjasama Sunda-Portugal dalam bidang ekonomi dan politik, hal ini dianggap dapat membahayakan kedudukan kerajaan Demak selepas kekalahan mereka mengusir Portugal dari Meleka tahun 1513. Atas perintah Trenggenan,Maulana Hasanuddin bersama dengan Fatahillah melakukan penyerangan dan penaklukkan Pelabuhan Kelapa sekitar tahun 1527, yang waktu itu masih merupakan pelabuhan utama dari kerajaan Sunda


Biografi Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah adalah putra Syarif Abdullah Umdatuddin putra Ali Nurul Alam putra Syaikh Husain Jamaluddin Akbar. Dari pihak ibu, ia masih keturunan keraton Pajajaran melalui Nyai Rara Santang, yaitu anak dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari Nyai Subang Larang, dan merupakan adik dari Kian Santang dan pangeran Walangsusang yang bergelar Cakrabuwana/ Cakra atau Mbah Kuwu Cirebon Girang.




Sunan Gunung jati mengembangkan Cirebon sebagai pusat dakwah dan pemerintahannya, yang sesudahnya kemudian menjadi kesultanan Cirebon. Anaknya yang bernama Maulana Hasanuddin juga berhasil mengembangkan kekuasaan dan menyebarkan agama Islam di Banten, sehingga kemudian menjadi cikal-bakal berdirinya Kesultanan Banten.

Friday, March 15, 2019

Biografi KH.Hasyim Asy'ari


Kh. Hasyim Asy'ari lahir pada tanggal 10 April 1875.  Ayahnya bernama kiai Asy'ari, pemimpin pesantren keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. KH. Hasyim Asy'ari memiliki garis keturunan baik dari sultan pajang Jaka Tingkir juga mempunyai keturunan ke Raja Hindu Majapahit,Raja Brawijaya V (Lembupeteng).

Salah seorang putranya,wahid hasyim adalah salah satu perumus Piagam Jakarta yang kemudian Menteri Agama RI (1949-1952), sedangkan cucunya, Abdurrahman Wahid, menjadi Presiden Indonesia yang ke-4.

KH. Hasyim Asy'ari belajar dasar-dasar agama dari ayah dan kakeknya, kiai utsman yang juga memimpin pesantren Gedang Diwek Jombang. Sejak usia 15 tahun, ia berkelana menimba ilmu berbagai pesantren, antara lain Probolinggo, Lagitan Tuban, Pesantren Kademangan di Bangkalan dan pesantren Siwalan di Sidoarjo 

Pada tahun 1892, KH. Hasyim Asy'ari pergi menimba ilmu ke Mekah, berguru pada ulama termuka di sana, awalnya KH. Hasyim Asy'ari belajar dibawah bimbingan Syaikh Mafudz at-Tarmasi dari termas (Pacitan) yang merupakan ulama dari Indonesia pertama yang mengajar Sahih Bukhori di Makkah. Syaikh Mafudz at-Tarmasi adalah ahli hadis dan hal ini sangat menarik minat belajar KH. Hasyim Asy'ari sehingga sekembalin ya ke Indonesia Pesantren ia sangat terkenal dalam pelajaran Ilmu Hadis. Ia mendapatkan ijazah langsung dari Syaikh Mafudz at-Tarmasi untuk mengajar Sahih Bukhori, di mana Syaikh Mahfudz at-Tarmasi merupakan pewaris terakhir dari pertalian penerima (isnad) hadis dari 23 generasi penerima karya ini.

Pada tahun1899, sepulangnya dari Mekkah, KH. Hasyim Asy'ari mendirikan pesantren Tebuireng, yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpebting di Jawa abad ke-20. Pada tahun 1926, KH. Hasyim Asy'ari menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya Nadhlatul Ulama (NU),yang berarti kebangkitan Ulama.

KH. M. Hasyim Asy'ari wafat pada pukul 03.00 pagi, tanggal 25 Juli 1947, bertepatan dengan Tanggal 07 Ramdhan 1366 H, dan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur

Saturday, March 2, 2019

Tradisi dan Budaya Islam di Jawa



Tradisi dan budaya islam di Jawa

  Para wali di jawa pada abad ke-15 dan 16 M telah lama dikenal bukan saja sebagai penyebar islam yang gigih dan produktif, melainkan juga sebagai perintis dan pelopor berbagai kegiatan kreatif seni. Berikut ini beberapa tradisi dan budaya yang berkembang setelah kedatangan islam di jawa dan merupakan hasil pengakulturasian budaya ulama terdahulu

A. Tahlilan
 Kata "tahlilan" berasal dari bahasa Arab "tahlil" yang bermakna mengucapkan kalimat tayibah "La ilaha illallah", yang berarti tiada tuhan selain Allah. Makna tahlil kemudian berkembang menjadi serangkaian bacaan yg terdiri atas zikir, seperti tasbih, tahmid, shalawat, takbir, tahlil, dan beberapa bacaanzikir lain, serta ayat-ayat Al-Qur'an dan doa-doa.

B. Sekaten
     Sekaten merupakan salah satu tradisi yang masih bertahan di kota Yogyakarta dan Surakarta hingga sekarang

C. Grebeg Maulud
    Upacara grebeg merupakan upacara terpenting karena mengungkapkan pada tingkat tertinggi..

D. Penanggalan Hijriah (Suranan)
      Masuknya agama Islam ke indonesia, secara tidak langsung membawa pengaruh pada sistem penanggalan

E. Selikuran
     Setiap pada tanggal 21 Ramadhan di kota Surakarta dan Yogyakarta diadakan upacara selikuran untuk menyambut malam Lailatul Qadar dengan membuat makanan berupa nasi untuk dibagikan kepada masyarakat.

F. Nyandran
    Nyandran adalah tradisi Jawa bertujuan untuk menghormati orang tua atau leluhur mereka, dengan melakukan ziarah kubur dan mendoakan arwah mereka.

G. Lebaran ketupat (kupatan)
      Kupatan dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri.

Biografi Abdurrauf As-singkili



Abdurrauf As-Singkili
     Abdur Rauf as-singkili adalah ulama besar yang lahir di kota singkil, Aceh. Nama asli Abdur Rauf as-singkili adalah Abdurrauf Al-fansuri. Abdurrauf as-Singkili adalah orang yang pertama mengembangkan Tarekat Syattariyah di Indonesia. Tarekat Syattariyah yang di ajarkan oleh Abdurrauf as-singkili bertujuan untuk untuk membangkitkan kesadaran manusia terhadap keberadaan Allah Swt. Di dalam hati manusia tersebut. Cara membangkitkan kesadaran terhadap keberadaan Allah Swt. Dalam hati manusia, yaitu melalui zikir-zikir yang ditunjukan kepada Allah Swt, Zikir-zikir kepada Allah Swt. Akan mengingatkan manusia untuk senantiasa memahami kebesaran Allah dan senantiasa mensyukurinya.
      Abdurrauf as-singkili berkeinginan untuk memperdalam ilmu keagamaannya dan memutuskan pergi ke tanah Arab pada tahun 1640 M. Ia banyak mengunjungi pusat-pusat pendidikan yang ia jumpai di sepanjang perjalanan Arab, yaitu antara Yaman sampai dengan Mekah. Kemudian ia menetap di Mekah dan Madinah untuk memperdalam ilmu agamanya. Ia mempelajari Tarekat Syattariyah pada Ahmad Qusasi (1583-1661 M) dan Ibrahim Al-Qur'ani. Abdurrauf As-Singkili memperoleh ijazah dari mempelajari tarekat tersebut, sehingga memiliki hak untuk mengajarkannya. Ia pun kembali ke Aceh dan mengajarkan Ilmu yang di dapatkan kepada penduduk Aceh.

   Abdurrauf as-singkili memiliki sekitar 21 karya tulis yang terdiri atas kitab tafsir, kitab hadis, kitab fikih, dan sisanya kitab tasawuf. Kitab tafsirnya yang berjudul Tarjuman Al-Mustafid (Terjemahan pemberi faedah) merupakan kitab tafsir Abdurrauf As-Singkili berjudul Mir'at at-Tullab fi' Tahsil Ma'rifah Ahkam asy-Syar'iyyah li al-Malik al-Wahhabu (cermin bagi penuntut ilmu Fikih untuk memudahkan mengenal segala hukum syarak Allah). Kitab tersebut memuat berbagai masalah mazhab syafi'i yang merupakan panduan bagi seorang kadi. Kitab Mir'at at-Tullab fi Tahsil Ma'rifah Ahkam asy-syar'iyyah li al-Malik al-wahhab di tulis atas perintah sultanah.

   Karya Abdurrauf as-singkili di bidang tasawuf, antara lain 'Umdat al-Muhtajin (Tiang orang yg memerlukan), kifayat al-muhtajin (pencukup para pengemban hajat), Daqa'iq al-huruf (Detail hiruf), dan Bayan Tajali (keterangan tentang Tajali). 'Umdat al-Muhtajin merupakan karya Abdurrauf as-singkili yang terpenting. Buku ini terdiri atas tujuh bab yang memuat bahasan mengenai zikir, sifat Allah Swt. Dan rasul-Nya,serta asal-usul mistik. Di akhir bukunya, Abdurrauf as-singkili menceritakan riwayat hidupnya dan gurunya. Abdurrauf as-Singkili sangat memuji Ahmad Qusasi. Ia menyebut Ahmad Qusasi pembimbing spiritual dan guru di jalan Allah Swt.

   Abdurrauf as-singkili meninggal dan dimakamkan di kuala (muara) Kr. Aceh, atau Banda Aceh. Abdurrauf as-singkili memiliki julukan lain, yaitu Tengku Syiah Kuala, nama tersebut diabadikan sebagai salah satu nama universitas di Aceh pada tahun 1961 M. Yaitu Universitas Syiah Kuala.

Tokoh-tokoh Ilmuwan Muslim pada Dinasti Abbasiyah



Tokoh-tokoh ilmuwan pd masa Dinasti Abbasiyah

 Pada masa dinasti abbasiyah, ilmu pengetahuan berkembang pesat, berikut beberapa ilmu pengetahuan dan tokoh-tokoh yang tamasyhur di dalamnya.

1. Kedokteran
   Adapun para ilmuwan yang mendalami bidang ilmu kedokteran pada masa kekhalifahan Abbasiyah sebagai berikut.
A. Ali bin Rabban Ath-Thabari berasal dari keluarga yahudi dikota marv, Tabristan. Setelah memeluk islam, ia menulis buku berjudul Firdaus Al-Hikmah yang berisi berbagai macam ilmu kesehatan.
B. Ibnu Sina di daratan Eropa dikenal dengan nama Avicenna. Buku karangan ibnu sina yang berjudul Al-Qanun fi Ath Thibb dijadikan sebagai buku pegangan wajib bagi para dokter di dunia.
C. Fakhruddin Ar-Razi di dunia Barat dikenal dengan nama Rhazes. Karangan Ar-Razi berjudul Al-Judari wa Al-Hasbah (cacar dan campak) telah dicetak dalam berbagai bahasa, bahkan dalam bahasa inggris telah di cetak lebih dari empat puluh kali.
D. Ibnu Nafis dikenal sebagai The second Avicenna atau ibnu sina kedua. Ibnu Nafis di juluki ahli peredaran darah. Dia dengan sangat tepat menggambarkan proses beredarnya darah dalam tubuh manusia.
E. Abi Mahasin adalah seorang dokter ahli mata. Dia berhasil menemukan berbagai penyakit mata dan cara pengobatannya. Karyanya yang terkenal berjudul Al-kafi fi al-kuhl fi ath-Thibb, mengurai tentang opthalmologi (ilmu kedokteran mata).

2. Filsafat
     Bidang ilmu filsafat melahirkan penikir-pemikir yang disebut filsuf. Berikut ini beberapa nama-nama filsuf muslim era Abbasiyah.

A. Al-kindi di dunia Barat dikenal dengan nama Alkindus. Selain filsuf, ia juga terkenal sebagai ahli kimia dan fisika. Ia memiliki perpustakaan pribadi "al-kindiyah" yang menghimpun karya-karya diberbagai bidang.
B. Ibnu Sina selain ahli kedokteran ia juga merupakan seorang filsuf. Di bidang filsafat, ia gemar membaca karya-karya Aristoteles bahkan ia pernah membaca buku "Methephysi' of Aristoteles" sebanyak 40 kali. Ia juga membaca karangan filsuf muslim al-farabi.
D. Al-Ghazali adalah seorang filsuf dan teknologi muslim persia. Di dunia Barat ia dikenal dengan sebutan Algazel. Salah satu karya terbesarnya adalah kitab ihya' 'Ulumuddin yang memberi sumbangan besar kepada masyarakat dan pemikiran manusia dalam semua masalah.

3. Astronomi
    Adapun nama-nama astronom muslim sebagai berikut.
A. Ibnu Haitsam sangat terkenal fengan teori optiknya. Ia merupakan penemu kamera pertama di dunia, dengan membuat kamera obscura yang prinsip kerjanya di jelaskan secara detail dalam kitabnya yang paling populer, yaitu al-munazhir.
B. Nashiruddin ath-Thusi adalah penemu teori gerakan planet. Dengan konsep heliosentrisnya, ia menempatkan matahari sebagai pusat tata surya. Selain itu, Nashiruddin ath-Thusi juga menemukan cara menghitung benda langit dengan angka.
C. Al-Battani di dunia Barat dikenal sebagai Albatenius. Ia adalah seorang ilmuwan muslim yang menemukan gnomon, yaitu alat untuk mengukur waktu. Seiring berjalannya waktu, gnom kenudian dikembangkan menjadi sebuah jam.
D. Al-Farghani di daratan Eropa dikenal dengan nama Faragnus. Pada masa khalifah Al-Ma'mun, ia ditunjuk mengawasi pembangunan nilmeter, yaitu bangunan untuk mengukur kapan terjadinya pasang surut sungai Nil.
E. Al-Khawarizmi dikenal di Eropa dengan nama Algoarismi atau Algorizm. Dia adalah ahli matematika penemu angka nol. Selain ahli matematika, dia juga merupakan ahli astronomi. Karyanya yang terkenal adalah istilah aljabar yang di ambil dan dipakai dalam matematika dan buku berjudul Al-kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa al-muqabalah.

Friday, March 1, 2019

Seni Budaya Lokal Nusantara

Budaya Lokal Nusantara


Seni bukanlah hal sesuatu yg diharamkan dalam islam. Karena dengan seni, kehidupan manusia akan lebih indah dan nyaman untuk dinikmati. kata Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Buddayah bentuk jamak dari kata budhi yang berarti perilaku, budi atau akal. Maka,kata kebudayaan dapat di artikan sebagai bentuk yang berkaitan dengan budi pekerti dari hasil pemikiran. Kesenian termasuk dalam unsur kebudayaan.

Kesenian adalah salah satu media yang paling mudah diterima dalam penyebaran agama islam. Salah satu buktinya adalah menyebarnya agama Islam dengan menggunakan wayang kulit dan gamelan oleh Sunan Kalijaga. Sedangkan yang dimaksud denagan tradisi adalah adat istiadat yang biasa dilakukan namun di dalamnya mengandung ajaran-ajaran Islam.

Makna dari seni budaya lokal yang bernafaskan Islam adalah segala macam bentuk kesenian yang berasal dan berkembang dalam masyarakat Indonesia serta telah mendapat pengaruh dari agama Islam.

Islam adalah agama yang mencintai kesenian. Karena Islam bukanlah agama yang hanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia, manusia denagn makhluk lain dan manusia dengan Allah SWT. Jika hubungan tersebut terjalin secara luas dan lengkap (komprehensif) serta sehat, maka seluruh aspek kehidupan umat Islam akan teratur dan Islami. Sebagaimana seni adalah perpaduan antara berbagai jenis suara, olah tubuh ataupun hal lainnya.




Seni budaya dan tradisi lokal yang bernafaskan Islam sangat banyak dan memiliki manfaat terhadap penyebaran agama islam. Untuk itulah kita sebagai generasi Islam, harus mampu mengapresiasikan diri terhadap permasalahan tersebut. Bentuk dari apresiasi terhadap seni budaya dan tradisi tersebut adalah dengan merawat, melestarikan, mengembangkan, simpati dan menghargai secara tulus atas hasil karya para pendahulu.

Saat ini, ada sebagian kelompok umat Islam yang mengharamkan dan yang membolehkan seni budaya dan tradisi yang ada. Mereka mengharamkan karena pada zaman Rasulullah Saw. tidak pernah diajarkan seni dan tradisi tersebut. Yang membolehkan dengan dasar bahwa semua tersebut adalah sebagai sarana dakwah penyebaran agama islam, sebagai generasi Islam, kamu harus mampu mensikapi sarana bijaksana dan penuh toleransi.

Para ulama dan wali pada zaman dahulu bukanlah manusia yang bodoh dan tidak tahu hukum agama Islam/ Syariat Islam. Para ulama dan wali itu adalah orang-orang yang cerdas lahir batin dan mampu menerjemahkan pesan Islam ke dalam seni budaya dan tradisi yang ada pada masyarakat Indonesia. Sehingga dengan mudah praktek keagamaan umat Islam dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Untuk itulah perlu adanya pemahaman secara bersama, bahwa seni budaya dan tradisi tidak harus diharamkan secara total karena memang mengandung nilai-nilai keislaman.




Tuesday, February 19, 2019

Bani Hasyim

para keluarga Abbas melakukan berbagai starategis dan persiapan di ketiga tersebut. salah satunya dengan memproganda bahwa orang-oranrhakg Abasiyah lebih berhak dari pada Bani Umayyah atas kekhalifahan Islam. Mereka adalah keturunan Bani Hasyim yang nasabnya lebih dekat dengan Nabi Saw. pemimpin gerakan ini adalah Imam Muhammad bin Ali, salah seorang keluarga Abbasiyah yang tinggal di Humaymah. Muhammad bin Ali menonjolkan ama Bani Abbasiyah, melainkan menggunkan nama Bani Hasyim untuk menghindari perpecahan dengan kelompok Syi'ah. Strateginya berhasil menggabung berbagai kekuatan, terutama antara pendukung fanatik Ali bin Abi Talib dengan kelompok lain.

untuk melakukan berbagai propoganda, diangkatlah 12 propogandis yang tersebar di berbagai wlayah, seperti di Khurasan,kufah,irak,dan Makkah. Di antara propagandis yang terkenal adalah Abu Muslim Al-Khurasani, seoranntokoh asyarakat di Khurasan yang meraasadirugikan selam masa Dinasti Umayyah.

Prestasi-Prestasi Yang Diraih Umat islam pada masa khalafaurrasyidin

A. Prestasi-prestasi yang diraih umat islam pada masa khalafaurrasyidin


    Di masa kepemimpinan khalafaurrasyidin, banyak prestasi yg dicapai oleh masing-masing khalifah. Berikut penjabarannya.



1. Prestasi yg diraih pd masa khalifah Abu Bakar As-Siddiq
a. Mengirim pasukan di bawah pimpinan Usamah bi Zaid untuk memmerangi kaum Romawi sebagai realisasi dari rencana Rasullah ketika masih hidup.
b. Mengiromkan pasukan-pasukan dengan niat dakwah ke seluruh pelosok negeri arab, seperti Persia, Irak,dan Syam.
c. Memerangi kaum murtad dan yang menolak untuk membayar zakat.
d. Menginisiasi pengumpulan Al-Qur'an ke dalam satu mushaf yang dikoordinir oleh Zaid bin Tsabit.
e. Mendirikan Baitul Mal untuk kemaslahatan umat.

2. Prestasi yg diraih pd masa khalifah umar bin khattab
a. Mengutus seorang amir (gubernur) untuk memimpin tiap-tiap daerah kekuasaan islam.
b. Membangun dua kota besar di Irak, yaitu Basrah dan kufah.
c. Menaklukkan dua kekaisaran besar, yaitu persia dan romawi sehingga semakin memperluas wilayah kekuasaan islam.
d. Mengoptimalkan kinerja Baitul Mal sebagai lembaga yg mengurusi keuangan negara dengan cara memilih para pegawai yg jujur dan amanah.
e. Menata administrasi dan keuangan dengan membentuk beberapa dewan atau lembaga, sebagai berikut.
1) Diwan Al-Kharraj (Lembaga Perpajakan)
2) Diwan Al-Addats (Lembaga Kepolisian)
3) Nazar Al-Nafiat (Lembaga Perpajakan Umum)
4) Diwan Al-Jund (Lembaga Militer)
f. Menetapkan kalender hijriah sebagai kalender umat islam.

3. Prestasi yg diraih pd masa khalifah utsman bin affan
a. Memperluas wilayah kekuasaan islam hingga mencapai Asia,Afrika,Siprus, dan Konstinopel
b. Membentuk angkatan laut pertama umat islam untuk menjaga wilayah pantai kekuasaan islam.
c. Melakukan pengkodifikasian Al-Qur'an sehingga dapat terkumpul dalam satu mushaf.
d. Menyebarkan mushaf-mushaf Al-Quran ke seluruh pelosok negeri sehingga umat islam dapat mempelajarinya.

4. Prestasi yg diraih pd masa khalifah Ali bin Abi Thalib
a. Melakukan pergantian pejabat yg kurang cakap semasa utsman bin affan.
b. Membenahi Baitul Mal.
c. Memajukan bidang ilmu bahasa.

Wednesday, February 13, 2019

Jalur-Jalur Masuknya Islam Di Nusantara

jalur-jalur masuknya islam di nusantara


1. Islam masuk ke indonesia petama kali melalui jalur perdagangan selanjutnya, islam disebarkan melalui jalur pernikahan, pendidikan, dan kebudayaan.

A. Jalur perdagangan 
        para pedagang muslim dari Arab, Persia, dan India ikut ambil bagian alam persebaran agama Islam. hal ini sesuai dengan pekembangan lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia (Arab, Persia, dan India) pada abad ke-7 M hingga abad ke-16 M. perdagangan dunia tersebut membuat para pedagang muslim berlayar ke negeri-negeri bagian barat, tenggara, dan timur Benua Asia untuk berdagang. 
   Islam masuk ke indunesia melalui jalur dua jalur berikut
1) jalur utara, yaitu Arab-Damaskus-Baghdad-Gujarat
    (patai barat india) Indonesia
2) jalur selatan, yaitu Arab-Yaman-Gujarat (pantai barat India)
    Sri Laka Indonesia


  Hasil gambar untuk pulau indonesia