Monday, March 25, 2019

Keutamaan UMAR BIN KHATTAB

Keutamaan Umar Bin Khattab




Lahir pada tahun 581 M ayahnya bernama Khattab bin Nufail dan ibunya bernama Khantamah binti Hasyim. Nama lengkapnya adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Rabbah bin Abdullah bin Qurt bin Rizzah bin Adi bin Ka'ab. Umar bin Khattab masuk Islam pada tahun 608 M dalam usia 27 tahun. Masa pemerintahan Umar bin Khattab disebut Futuhut Islamiyah. Umar bin Khattab meninggal pada 1 Muharam 232 H karena di bunuh oleh Abu Lu'luah (budak dari persia). Menjadi khalifah pada tahun 13 H-23 H (634 M-644 M). Julukannya adalah;
1. Abu Faiz (orang yang memiliki kecerdasan)
2. Abu Hafas (tegas dalam pendirian)
3. Singa gurun pasir (Then Lion of The Dessert)/ Asadullah
4. Al-Faruq (pembeda)

Perjuangan Umar bin Khattab setelah masuk Islam
1. Mengumumkan keislamannya di hadapan kaum Quraisy
2. Mengajak Rasullah Saw. Untuk berdakwah secara terang-terangan
3. Mendatangani tokoh-tokoh Quraisy untuk masuk Islam
4. Mencurahkan seluruh hidupnya untuk membela Rasullah Saw
5. Selalu mengiluti setiap peperangan

Tatkala Umar bin al-Khaththab ra. diangkat menjadi khalifah,ditetapkanlah baginya tunjangan sebagaimana yang pernah diberikan kepada Khalifah sebelumnya, yaitu Abu Bakar ra. Pada suatu saat, harga-harga barang di pasar mulai merangkak naik. Tokoh-tokoh Muhajirin seperti Usman, Ali, Thalhah, dan Zubair berkumpul serta menyepakati sesuatu. Di antara mereka ada yang berkata, "Alangkah baiknya jika kita mengusulkan kepada Umar agar tunjangan hidup untuk beliau dinaikkan. Jika Umar menerima usulan ini, kami akan menaikkan tunjangan hidup beliau. "Ali kemudian berkata, "Alangkah bagusnya jika usulan seperti ini diberikan pada waktu-waktu yang telah lalu. "Setelah itu, mereka berangkat menuju rumah Umar. Namun, Utsman menyela seraya berkata, "Sebaiknya usulan kita ini jangan langsung disampaikan kepada 'Umar. Lebih baik kita memberi isyarat lebih dulu melalui puteri beliau, Hafsah. Sebab, saya khawatir, Umar akan murka kepada kita." Mereka lantas menyampaikan usulan tersebut kepada Hafsah seraya memintanya untuk bertanya kepada Umar, yakni tentang bagaimana pendapatnya jika ada seseorang yang mengajukan usulan mengenai penambahan tunjangan bagi khalifah Umar. "Apabila beliau menyetujuinya, barulah kami akan menemuinya untuk menyampaikan usulan tersebut. Kami meminta kepadamu untuk tidak menyebutkan nama seorang pun diantara kami," demikian kata mereka. Ketika Hafsah menanyakan hal itu kepada Umar, beliau murka seraya berkata, "Siapa yang mengajari engkau menanyakan usulan ini?" Hafsah menjawab, "saya tidak akan memberitahukan nama mereka sebelum ayah memberitahukan pendapat ayah tentang usulan itu". Umar kemudian berkata lagi, "Demi Allah Swt, ketika Rasulullah Saw. masih hidup,bagaimanakah pakaian yang dimiliki oleh beliau di rumahnya?" Hafsah menjawab,"Di rumahnya, beliau hanya mempunyai dua pakaian. Satu dipakai untuk menghadapi para tamu dan satu lagi untuk dipakai sehari-hari." Umar bertanya lagi, Bagaimana makanan yang dimiliki oleh Rasulullah?" Hafsah menjawab,"Beliau selalu makan dengan roti yang kasar dan minyak samin." Umar kembali bertanya, "Adakah Rasulullah mempunyai kasur di rumahnya?" Hafsah menjawab lagi, "Tidak, beliau hanya mempunyai selimut tebal yang dipakai untuk alas tidur di musim panas. Jika musim tiba, separuhnya kami selimutkan dipakai untuk alas tidur di musim panas. Jika musim dingin tiba, separuhnya kami selimutkan di tubuh, separuhnya lagi digunakan sebagai alas tidur." Umar kemudian melanjutkan perkataannya, "Hafsah, katakanlah kepada mereka, bahwa Rasulullah Saw. Selalu hidup sederhana. Kelebihan hartanya selalu beliau bagikan kepada mereka yang berhak. Oleh karena itu, aku gunakan mengikuti jejak beliau. Perumpamaanku dengan sahabatku-- yaitu Rasulullah dan abu bakar-- adalah ibarat tiga orang yang sedang berjalan. Salah seorang di antara ketiganya telah sampai di tempat tujuan, sedangkan yang kedua menyusul dibelakangnya. Setelah keduanya sampai, yang ketiga pun mengikuti perjalanan keduannya. Ia menggunakan bekal kedua kawannya yang terdahulu. Jika ia puas dengan bekal yang ditinggalkan kedua kawannya itu, ia akan sampai di tempat tujuannya, bergabung dengan kedua kawannya yang telah tiba terdahulu. Namu, jika ia menempuh jalan yang lain, ia tidak akan bertemu dengan kedua kawannya itu di akhirat."

Friday, March 22, 2019

BIOGRAFI KH. AHMAD DAHLAN




Muhammad Darwisy (w.1923) dilahirkan dari kedua orang tua yang dikenal sangat alim, yaitu KH. Abu Bakar (Imam Masjid Besar Kesultanan Yoggyakarta) dan Nyai Abu bakar (puteri H. Ibrahim, Hoofd/ penghulu Yogyakarta). tak ada yang menampik silsilah Muhammad Darwisy sebagai keturunan keduabelas dari Maulana Malik Ibrahim, seorang wali besar dan termuka di antara walisongo, serta dikenal pula sebagai pelopor pertama penyebaran dan pengembangan Islam di Tanah Jawa. Silsilah KH. Ahmad Dahlan: Muhammad Darwisy adalah putra KH.Abu Bakar bin KH. Muhammad Sulaiman bin Kiai Mrtadla bin Kiai Ilyas bin Demang Djurung Djuru Kapindo bin Demang  Djurung Djuru Sapisan bin Maulana Sulaiman Ki Ageng  Gribig (Jatinom) bin Maulana Muhammad Fadlullah (prapen) bin Maulana 'Ainul Yaqin bin Maulana Ishaq bin Maulana Malik Ibrahim.

Muhammad Darwisy dididik dalam lingkungan pesantren sejak kecil, dan sekaligus menjadi tempatnya menimba pengetahuan agama dan bahasa Arab. Ia menunaikan ibadah haji ketika berusia 15 tahun (1883), lalu dilanjutkan dengan menuntut ilmu agama dan bahasa arab di Makkah selama lima tahun. Disinilah ia berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam dunia Islam, seperti Muhamad Abduh, Al-Afgani, Rasyid Ridha, dan Ibnu Tamiyah. Buah pemikiran tokoh-tokoh Islam ini mempunyai pengaruh yang besar pada Darwis. Jiwa dan pemikirannya penuh disemangati oleh aliran pembaharuan ini yang kelak kemudian hari menampilkan corak keagamaan yang sama, yaitu melalui Muhammadiyah, yang bertujuan untuk memperbaharui pemahaman keagamaan (keislamanan) disebagian dunia Islam saat itu masih bersifat ortodoks (kolot). ortodoks ini dipandang menimbulakan kebekuan ajaran Islam, serta stagnasi dan dekansi (keterbelakangan) ummat Islam, yang statis ini harus dirubah dan diperbaharui, dengan gerakan purifikasi atau permunian ajaran Islam dengan kembali kepada Al-Qur'an dan Al-Hadis.







pada usia 20 tahun (1888 M), ia kembali ke kampungya, dan berganti nama Haji Ahmad Dahlan (suatu kebiasaan dari orang-orang indonesia yang pulang haji, selalu mendapat nama baru sebagai pengganti nama kecilnya). sepulang dari Makkah ini, iapun diangkat menjadi Khatib Amin di lingkungan kesultanan Yogyakarta. pada tahun 1902-1904, ia menunaikan ibadah haji untuk kedua kalinya yang dilanjutkan dengan memperdalam ilmu agama kepada beberapa guru di Makkah.

Sepulang dari Makkah, ia menikah dengan siti walidah, saudara sepuunya sendiri, anak Kiai penghulu Haji Fadhil, yang dikelak dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan, seorang pahlawwan Nasional dan pendiri Aisyiyah. Dari perkawinannya dengan Siti Walidah, KH. Ahmad Dahlan mendapat enam orang anak yaitu Djohana, Siradj Dahlan , Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zahara. Disamping itu, KH.Ahmad Dahlan pernah pula menikkahi Nyai Abdullah, janda H.Abdullah. Ia juga pernah menikahi Nyai Rum, adik Kiai Munawir Krapyak. KH. Ahmad Dahlan juga mempunyai putera dari perkawinanya dengan ibu Nyai Aisyah (Adik Ajengan penghulu) Cianjur yang bernama Dandanah. Beliau pernah pula menikah dengan Nyai yasin, pakulaman Yogyakarta.

pada tahun 1912, Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah untuk melaksanakan cita-cita pembaharuan Islam di Nusantara. Ahmad Dahlan ingin mengadakan suatu pembaharuan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam. Ia ingin mengajak umat Islam Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunan Al-Qur'an dan Al-Hadis. Dahlan telah menetapkan bahawa Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi bersifat sosial dan bergerak dibidang pendidikan.

Gagasan pendiri Muhammadiyah oleh Ahmad Dahlan ini juga mendapakan tantangan dan perlawanan baik dari keluarga maupun dari masyarakat sekitarnya, bahkan ada pula orang yang hendak membunuhnya. Namun rinangan-rintangan tersebut dihadapinya dengan sabar. Keteguhan hatinya untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan pembaharuan Islam di tanah Air bisa mengatasi semua rintangan.

Pada tanggal 20 Desember 1912, Ahmad Dahlan mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk mendapatkan Badan hukum. permohonan itu baru dikabulkan pada tahun 1914, dengan surat ketetapan pemerintah No. 81 tanggal 22 Agustus 1914. Izin itu hanya berlaku untuk daerah Yogyakarta. Dari pemerintah Hindia Belanda timbul kekhawatiran akan perkembangan organisasi ini. Itulah sebabnya kegiatannya dibatasi 

Walaupun Muhammadiyah dibatasi, tetapi daerah lain seperti Serandakan, Wonosari, Imogiri telah berdiri cabang Muhammdaiyah. Hal ini jelas bertentanagan dengan keinginan pemerintah Hindia Belanda. Untuk mengatasinya, maka KH.Ahmad Dahlan menyiasatinya dengan menganjurkan agar cabang Muhammadiyah di luar Yogyakarta memakai nama lain, misalnya Nurul Islam di pekalongan,Al-Munir di Makassar, dan di Garut dengan nama Ahmadiyah. Sedangkan d Solo berdiri perkumpulan Sidiq Amanah Tablig Fathonah (SATF) yang mendapat pimpinan dari cabang Muhammadiyah.

Sebagai seorang demokrat dalam melaksanakan aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, Dahlan memfasilitasi para anggota Muhammadiyah untuk proses evaluasi kerja dan pemilihan pemimpin dalam Muhammadiyah. Selama hidupnya dalam aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah. Selama hidupnya dalam aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, telah diselenggarakan dua belas kali pertemuan anggota (sekali dalam setahun), yang saat itu dipakai Algemeene vergandering (persidangan umum).

Pada usia 66 tahun, tepatnya pada tanggal 23 Februari 1923, KH.Ahmad Dahlan wafat di Yoyakarta. beliau kemudian dimakamkan di karang kuncen, Yogyakart. Atas jasa-jasa KH.Ahmad Dahlan maka negara menganugrahkan kepada beliau gelar kehormatan sebagai pahlawan kemerdekaan Nasional. Gelar kehormatan tersebut dituangkan ke SK presiden RI No.657 Tahun 1961, tgl 27 Desember 1961. Dasar-dasar penetapan itu adalah sebagai berikut:

1. KH.Ahmad Dahlan telah mempelopori kebangkitan ummat Islam untuk menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah yang masih harus belajar dan berbuat.

2. Dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikannya, telah banyak memeberikan ajaran Islam yang murni kepada bangsanya. Ajaran yang menuntut kemajuan, kecerdasan, dan beramal bagi masyarakat dan umat, dengan dasar iman dan Islam.

3. Dengan organisasinya, Muhammadiyah telah mempelopori amal usaha sosial dan pendidikan yang amat diperlukan bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa, dengan jiwa ajaran sosal, dan 

4. Dengan organisasinya, Muhammadiyah bagian wanita (Aisyiyah) telah mempelopori kebangkitan wanita Indonesia untuk mengecap pendidikan dan berfungsi sosial, setingkat dengan kaum pria.



Kisah hidup dan perjuangan KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah diangkat ke layar lebar dengan Judul   "Sang   pencerah". Tidak hanya menceritakan tentang sejarah kisah KH. Ahmad Dahlan, film ini juga bercerita tentang perjuangan dan semangat patriotisme anak muda dalam merepresentasikan pemiiran-pemikirannya yang dianggap bertentangan dengan pemahaman agama dan budaya pada masa itu, dengan latar belakang suasana kebangkitan Nasional. 
  

    

Sunday, March 17, 2019

Keutamaan Usman bin Affan

Sifat Itsar (mendahulukan orang lain) dan kedermawanan Usman bin Affan

Usman adalah salah satu sahabat terbaik Nabi Muhammad saw. Ia tumbuh menjadi pribadi yang lembut kepada sesama mukmin. Hatinya sering tersentuh menyaksikan keadaan mereka. Ia selalu berusaha membantu kesulitan rakyat dan menghilangkan kesedihan mereka, rajin menyambung silaturrahim, memuliakan tamu, memberi pekerjaan kepada orang fakir, membantu yang lemah dan berusaha menghindarkan kesulitan mereka. Ia dikenal penyabar, ramah, dan murah hati, selalu memaafkan kesalahan orang lain. Teladan seluruh tingkah lakunya adalah Rasullah saw. Ia mencontoh perkataan, perbuatan dan perilaku Nabi SAW.





Ada banyak peristiwa yang menunjukkan kesabaran dan ketabahan jiwanya. Dalam setiap kesempatan, ia selalu mendahulukan sikap santun dan maaf, murah hatinya dan tidak bergantung pada dunia. Alih-alih diperbudak dunia, ia menjadikan dunia sebagai sarana untuk mengamalkan akhlak mulia, terutama sikap mengutamakan orang lain di atas kepentingan sendiri. Ia tidak dikuasai dunia sehingga ia tidak menjadi orang yang egois yang mengutamakan kepentingan pribadi dan mengorbankan kepentingan orang lain.

Materi dunia yang melimpah tak mampu mengikat atau membelenggu Usman nin Affan untuk mencintai dunia. Ia selalu menempatkan Allah SWT dan Rasulnya di urutan yang paling tinggi. Hatinya tak pernah terikat kepada dunia sehingga ia dapat setiap saat melepaskan semua miliknya demi kepentingan Allah SWT firmankan dalam Al-Qur'an: "dan barang siapa terjaga dari sikap kikir, mereka itulah orang-orang yang beruntung" (Q.S. At-Taghabun).

Tentu saja ia berhak mendapatkan balasan yang mulia itu karena ia terbiasa membebaskan seorang budak setiap Jumat. Suatu hari Thalhah menyusul Usman sekeluarnya dari masjid. Thalhah berkata, "Aku sudah punya lima puluh ribu dirham yang kupinjam darimu. Aku akan mengutus seseorang untuk menyerahkan kepadamu." Usman menjawab, "Biarlah semua itu kuberikan kepadamu, karena kebaikan akhlakmu."

Juga dikisahkan bahwa sebelum Nabi datang ke Madinah, di sana ada sumur yang disebut sumur Rawmah. Air sumur itu sangat segar. Setiap orang yang ingin minum dari sumur itu harus membelinya. Sumur itu milik seorang Yahudi. Ketika umat Islam semakin berat dihimpit kesulitan, Rasullah menyerukan tawaran, "Barang siapa membeli sumur Rawmah, baginya surga."

Mendengar pernyataan itu, Usman bergegas ingin mendapatkan surga. Ia memberanikan diri membeli sumur itu seharga 35.000 dirham. Ia menggeratiskan siapa saja untuk memanfaatkan air sumur itu, baik yang kaya, miskin, atupunpara musafir. Ini terjadi ada masa pemerintahan Al-Faruq, dimana kaum muslim dilanda paceklik. Karena beratnya kehidupan yang harus dihadapi, tahun itu disebut tahun kelabu. Ketika nestapa semakin memuncak, orang-orang menghadap Umar ra. dan berkata, "wahai khalifah, langit tak menurunkan hujan dan enggan menumbuhkan tanaman. Kita hampir binasa. Apa yang harus kita lakukan?" Umar memandangi mereka dengan wajah pilu. Ia berkata, "sabar dan bertahanlah. Aku berharap Allah SWT memberikan jalan keluar dari keadaan ini sebelum malam tiba."


Sore harinya terdengar kabar bahwa kafila dagang Usman bin Affan telah kembali dari Syaria dan akan tiba di Madinah esok pagi. Usai shalat subuh, orang-orang menyambut kafilah itu. Seribu unta gandum, minyak samin, dan kismis. Seluruh rombongan kafilah dan kendaraannya berkumpul di depan rumah Usman bin Affan ra. Ketika para buruh sibuk menurunkan barang dagangan, para pedagang bergegas menemui Usman. Mereka berkata, "kami akan membeli semua yang engkau bawa, wahai Abu Amr." Usman menjawab, "Dengan senang hati dan aku merasa terhormat. Berapa kalian akan memberikan keuntungan?" mereka berkata, "untuk satu dirham yang engkau beli, kami memberimu dua dirham," "Aku bisa mendapat lebih dari itu", jawab Usman. Lalu mereka kembali menaikkan harga. Usman berkata, "Aku masih mendapat lebih dari yang kalian tawarkan." Mereka menaikkan hari lagi. Usman berkata. Aku masih bisa mendapatkan lebih dari itu. "Mereka berkata, "Wahai Abu Amr, siapakah yang berani memeberimu keuntungan sepuluh kali lipat dari setiap dirham yang kubelanjakan, Adakah diantara kalian yang berani memberiku keuntungan lebih dari itu?" "Tidak, wahai Abu Amr."

"Aku bersaksi kepada Allah SWT, semua yang dibaw kafilah ini kusedahkan kepada fakir miskin di kalangan umat Islam. Aku tidak mengharapkan bayaran sepeser pun. Kulakukan semua itu semata-mata mengharap pahala dan keridhoan Allah SWT". Inilah karakter Usman bin Affan yang termaktub dalam firman Allah SWT:

وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ 
نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُ
Artinya:
dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung

Itu gambaran keimanan dan kedermawanan Usman bin Affan. Walupun memiliki harta yang sangat banyak namun beliau tetap menempatkan Allah dan Rasul-nya di atas segalanya. Bagi para sahabat Nabi, kehidupan akhirat adalah segalanya, dunia yang dimiliki sebagai jalan untuk menghantarkan kebahagiaan di akhirat. Hasan Al-Bashri bercerita, "Aku pernah melihat khalifah Usman bin Affan berbicara di masjid. Ketika ia berdiri, bekas-bekas tanah terlihat di punggungnya. Seseorang berkata, 'Inilah Amirul Mukminin...Inilah Amirul Mukminin......' Sungguh mengagumkan, ia memberikan makanan yang baik-baik kepada orang lain, sedangkan ia hanya makan cuka dan minyak samin. Ia membiarkan lambungnya bekerja keras."

Kekhalifah Khulafaurrasyidin

Kekhalifah Khulafaurrasyidin


1. Abu Bakar as-Siddiq
        Masa kekhalifah Abu Bakar berjalan selama 2 tahun 3 bulan 11 hari, yaitu tahun 11-13 H/632-634 M. Abu Bakar merupakan sosok khalifah yang berakhlak mulia. Meskipun ia tinggal dan besar dalam keluarga jahiliah, ia tidak pernah mengikuti ajarannya. Beliau juga dikenal sebagai seorang dermawan yang rela menyerahkan seluruh haranya untuk dakwah Rasullah SAW.



2. Umar bin Khattab
       Umar bin khattab menjabat sebagai khalifah selama kurang lebih 10 tahun 6 bulan, yaitu tahun 13-23 H/ 634-644 M. Umar memiliki sifat-sifat yang mulia. Beliau merupakan seorang khalifah yang adil dan tegas dalam berbuat, sederhana, dermawan, dan memiliki rasa sosial yang sangat tinggi. Beliau rela memanggul gandum dan memasakkan sendiri gandum tersebut untuk rakyatnya yang kelaparan.




3. Utsman bin Affan
           Masa pemerintahan Utsman bin Affan termasuk yang paling lama bila dibanding dengan khalifah lainnya, yaitu selama 12 tahun (24-36 H/644-656 M). Utsman terkenal sebagai orang yang kaya dan dermawan. Melalui kekayaannya, dia dermakan untuk mengembangkan agama Islam. Utsman juga dikenal sebagai orang yang selalu mendahulukan hak-hak Allah daripada hak-hak sebagai hamba di dunia.



4. Ali bin Abi Thalib
      Pada akhir bulan Dzulhijjah tahun 35 H bertepatan dengan tanggal 23 Juni tahun 656 M, Ali bin Abi Thalib dilantik menjadi khalifah. Ketika menjadi khalifah, Ali bin Abi Thalib terkenal berani dan tegas dalam menjalankan tugas-tugas kepemimpinannya, menegakkan keadilan, menjalankan undang-undang Allah SWT, serta menindak serta menindak segala macam kezaliman dan kejahatan.

Saturday, March 16, 2019

Kerajaan Islam Di Sulawesi


Kerajaan Islam Di Sulawesi
  Kerajaan Islam yang terdapat di sulawesi di antaranya Giwa Tallo/ Makasar, Bone, Wajo, Soppeng, dan Kesultanan Buton. Dari sekian banyak kerajaan itu, yang terkenal antara lain Kerajaan Gowa Tallo.   

Pada awalnya di daerah Gowa terdapat sembilan komunitas, yang dikenal dengan nama Bate Salapan (sembilan bendera yaitu: Tombolong, Lakiung, Parang-parang, Data, Agangjene, Saumata, Bissei, Sero dan kalili), yang kemudiam menjadi pusat kerajaan Gowa. Kerajaan ini mencapai puncak kebesarannya pada masa pemerintahan Sultan Hasannudin. Atas keberanian Sultan Hasannudin melawan Belanda, maka Belanda memberikan julukan padanya sebagai Ayam Jantan dari Timur.

Kerajaan Islam Di Sumatera




Kerajaan Islam Di Sumatera
    Kesultanan Samudra pasai
    Raja-raja yang memerintah di kesultanan samudra pasai sultan malik as-shaleh,sultan mahmud malik zahir, sultan zainal abidin malik zahir, sultan nahrisyah, Abu zain malik zahir, mahmud malik zahir.

Kerajaan Aceh
  Kerajaan aceh didirikan sultan ali mughyat syah pada tahun 1530, kemudian digantikan oleh sultan Alaudin al-kahar, Alaudin riayat syah (sultan muda), sultan iskandar mufa,sultan iskandar Thani/ 'sani.

Makalah Kerajaan Islam Di Jawa


Kerajaan Demak
    Demak berdiri tahun 1500 sebagai sebuah kerajaan yang terletak di daerah Bintoro,dekat muara sungai Demak. Raja-raja yang memerintah di Demak yaitu: Raden Fatah sebagai pendiri dan Raja pertama,pati Unus,Sultan Trenggono, Sunan Prawoto.

Kerajaan Mataram Islam
    Mataram berdiri pada tahun 1586 dengan Raja pertamanya Sutawijaya yang bergelar penembahan Senopati. Setelah penambahan Senopati wafat pada tahun 1601 (dimakamkan di Kotagede Yogyakarta), kemudian dilanjutkan putranya yang bernama: Mas Jolang, Raden Mas Rangsang (Sultan Agung). Mataram mencapai kejayaan pada masa Sultan Agung. Pengaruh Mataram memudar setelah Sultan Agung meninggal pada tahun 1645 M.

Kerajaan Islam Cirebon
    Asal-usul nama Cirebon terdapat dua pendapat, menurut Babad Cirebon menyebutkan bahwa kota Cirebon berasal dari kata ci dan rebon (udang kecil). Nama tersebut berkaitan dengan kegiatan para nelayan di Muara Jati, Dukuh Pasambangan, yaitu membuat terasi dari udang kecil (rebon). Adapun versi lain yang diambil dari kitab Negarakertabhumi menyatakan bahwa kata Cirebon adalah perkembangan kata caruban yang berasal dari kata sarumban yang berarti pusat percampuran penduduk.

Kerajaan Islam Banten
  Pada awalnya kawasan Banten juga dikenal dengan Banten Girang merupakan bagian dari kerajaan Sunda. Kedatangan pasukan Kerajaan Demak di bawah pimpinan Maulana Hasanuddin ke kawasan tersebut selain untuk perluasan wilayah juga sekaligus penyebaran dakwah Islam. Kemudian dipicu oleh adanya kerjasama Sunda-Portugal dalam bidang ekonomi dan politik, hal ini dianggap dapat membahayakan kedudukan kerajaan Demak selepas kekalahan mereka mengusir Portugal dari Meleka tahun 1513. Atas perintah Trenggenan,Maulana Hasanuddin bersama dengan Fatahillah melakukan penyerangan dan penaklukkan Pelabuhan Kelapa sekitar tahun 1527, yang waktu itu masih merupakan pelabuhan utama dari kerajaan Sunda


Biografi Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah adalah putra Syarif Abdullah Umdatuddin putra Ali Nurul Alam putra Syaikh Husain Jamaluddin Akbar. Dari pihak ibu, ia masih keturunan keraton Pajajaran melalui Nyai Rara Santang, yaitu anak dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari Nyai Subang Larang, dan merupakan adik dari Kian Santang dan pangeran Walangsusang yang bergelar Cakrabuwana/ Cakra atau Mbah Kuwu Cirebon Girang.




Sunan Gunung jati mengembangkan Cirebon sebagai pusat dakwah dan pemerintahannya, yang sesudahnya kemudian menjadi kesultanan Cirebon. Anaknya yang bernama Maulana Hasanuddin juga berhasil mengembangkan kekuasaan dan menyebarkan agama Islam di Banten, sehingga kemudian menjadi cikal-bakal berdirinya Kesultanan Banten.

Friday, March 15, 2019

Biografi KH.Hasyim Asy'ari


Kh. Hasyim Asy'ari lahir pada tanggal 10 April 1875.  Ayahnya bernama kiai Asy'ari, pemimpin pesantren keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. KH. Hasyim Asy'ari memiliki garis keturunan baik dari sultan pajang Jaka Tingkir juga mempunyai keturunan ke Raja Hindu Majapahit,Raja Brawijaya V (Lembupeteng).

Salah seorang putranya,wahid hasyim adalah salah satu perumus Piagam Jakarta yang kemudian Menteri Agama RI (1949-1952), sedangkan cucunya, Abdurrahman Wahid, menjadi Presiden Indonesia yang ke-4.

KH. Hasyim Asy'ari belajar dasar-dasar agama dari ayah dan kakeknya, kiai utsman yang juga memimpin pesantren Gedang Diwek Jombang. Sejak usia 15 tahun, ia berkelana menimba ilmu berbagai pesantren, antara lain Probolinggo, Lagitan Tuban, Pesantren Kademangan di Bangkalan dan pesantren Siwalan di Sidoarjo 

Pada tahun 1892, KH. Hasyim Asy'ari pergi menimba ilmu ke Mekah, berguru pada ulama termuka di sana, awalnya KH. Hasyim Asy'ari belajar dibawah bimbingan Syaikh Mafudz at-Tarmasi dari termas (Pacitan) yang merupakan ulama dari Indonesia pertama yang mengajar Sahih Bukhori di Makkah. Syaikh Mafudz at-Tarmasi adalah ahli hadis dan hal ini sangat menarik minat belajar KH. Hasyim Asy'ari sehingga sekembalin ya ke Indonesia Pesantren ia sangat terkenal dalam pelajaran Ilmu Hadis. Ia mendapatkan ijazah langsung dari Syaikh Mafudz at-Tarmasi untuk mengajar Sahih Bukhori, di mana Syaikh Mahfudz at-Tarmasi merupakan pewaris terakhir dari pertalian penerima (isnad) hadis dari 23 generasi penerima karya ini.

Pada tahun1899, sepulangnya dari Mekkah, KH. Hasyim Asy'ari mendirikan pesantren Tebuireng, yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpebting di Jawa abad ke-20. Pada tahun 1926, KH. Hasyim Asy'ari menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya Nadhlatul Ulama (NU),yang berarti kebangkitan Ulama.

KH. M. Hasyim Asy'ari wafat pada pukul 03.00 pagi, tanggal 25 Juli 1947, bertepatan dengan Tanggal 07 Ramdhan 1366 H, dan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur

Saturday, March 2, 2019

Tradisi dan Budaya Islam di Jawa



Tradisi dan budaya islam di Jawa

  Para wali di jawa pada abad ke-15 dan 16 M telah lama dikenal bukan saja sebagai penyebar islam yang gigih dan produktif, melainkan juga sebagai perintis dan pelopor berbagai kegiatan kreatif seni. Berikut ini beberapa tradisi dan budaya yang berkembang setelah kedatangan islam di jawa dan merupakan hasil pengakulturasian budaya ulama terdahulu

A. Tahlilan
 Kata "tahlilan" berasal dari bahasa Arab "tahlil" yang bermakna mengucapkan kalimat tayibah "La ilaha illallah", yang berarti tiada tuhan selain Allah. Makna tahlil kemudian berkembang menjadi serangkaian bacaan yg terdiri atas zikir, seperti tasbih, tahmid, shalawat, takbir, tahlil, dan beberapa bacaanzikir lain, serta ayat-ayat Al-Qur'an dan doa-doa.

B. Sekaten
     Sekaten merupakan salah satu tradisi yang masih bertahan di kota Yogyakarta dan Surakarta hingga sekarang

C. Grebeg Maulud
    Upacara grebeg merupakan upacara terpenting karena mengungkapkan pada tingkat tertinggi..

D. Penanggalan Hijriah (Suranan)
      Masuknya agama Islam ke indonesia, secara tidak langsung membawa pengaruh pada sistem penanggalan

E. Selikuran
     Setiap pada tanggal 21 Ramadhan di kota Surakarta dan Yogyakarta diadakan upacara selikuran untuk menyambut malam Lailatul Qadar dengan membuat makanan berupa nasi untuk dibagikan kepada masyarakat.

F. Nyandran
    Nyandran adalah tradisi Jawa bertujuan untuk menghormati orang tua atau leluhur mereka, dengan melakukan ziarah kubur dan mendoakan arwah mereka.

G. Lebaran ketupat (kupatan)
      Kupatan dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri.

Biografi Abdurrauf As-singkili



Abdurrauf As-Singkili
     Abdur Rauf as-singkili adalah ulama besar yang lahir di kota singkil, Aceh. Nama asli Abdur Rauf as-singkili adalah Abdurrauf Al-fansuri. Abdurrauf as-Singkili adalah orang yang pertama mengembangkan Tarekat Syattariyah di Indonesia. Tarekat Syattariyah yang di ajarkan oleh Abdurrauf as-singkili bertujuan untuk untuk membangkitkan kesadaran manusia terhadap keberadaan Allah Swt. Di dalam hati manusia tersebut. Cara membangkitkan kesadaran terhadap keberadaan Allah Swt. Dalam hati manusia, yaitu melalui zikir-zikir yang ditunjukan kepada Allah Swt, Zikir-zikir kepada Allah Swt. Akan mengingatkan manusia untuk senantiasa memahami kebesaran Allah dan senantiasa mensyukurinya.
      Abdurrauf as-singkili berkeinginan untuk memperdalam ilmu keagamaannya dan memutuskan pergi ke tanah Arab pada tahun 1640 M. Ia banyak mengunjungi pusat-pusat pendidikan yang ia jumpai di sepanjang perjalanan Arab, yaitu antara Yaman sampai dengan Mekah. Kemudian ia menetap di Mekah dan Madinah untuk memperdalam ilmu agamanya. Ia mempelajari Tarekat Syattariyah pada Ahmad Qusasi (1583-1661 M) dan Ibrahim Al-Qur'ani. Abdurrauf As-Singkili memperoleh ijazah dari mempelajari tarekat tersebut, sehingga memiliki hak untuk mengajarkannya. Ia pun kembali ke Aceh dan mengajarkan Ilmu yang di dapatkan kepada penduduk Aceh.

   Abdurrauf as-singkili memiliki sekitar 21 karya tulis yang terdiri atas kitab tafsir, kitab hadis, kitab fikih, dan sisanya kitab tasawuf. Kitab tafsirnya yang berjudul Tarjuman Al-Mustafid (Terjemahan pemberi faedah) merupakan kitab tafsir Abdurrauf As-Singkili berjudul Mir'at at-Tullab fi' Tahsil Ma'rifah Ahkam asy-Syar'iyyah li al-Malik al-Wahhabu (cermin bagi penuntut ilmu Fikih untuk memudahkan mengenal segala hukum syarak Allah). Kitab tersebut memuat berbagai masalah mazhab syafi'i yang merupakan panduan bagi seorang kadi. Kitab Mir'at at-Tullab fi Tahsil Ma'rifah Ahkam asy-syar'iyyah li al-Malik al-wahhab di tulis atas perintah sultanah.

   Karya Abdurrauf as-singkili di bidang tasawuf, antara lain 'Umdat al-Muhtajin (Tiang orang yg memerlukan), kifayat al-muhtajin (pencukup para pengemban hajat), Daqa'iq al-huruf (Detail hiruf), dan Bayan Tajali (keterangan tentang Tajali). 'Umdat al-Muhtajin merupakan karya Abdurrauf as-singkili yang terpenting. Buku ini terdiri atas tujuh bab yang memuat bahasan mengenai zikir, sifat Allah Swt. Dan rasul-Nya,serta asal-usul mistik. Di akhir bukunya, Abdurrauf as-singkili menceritakan riwayat hidupnya dan gurunya. Abdurrauf as-Singkili sangat memuji Ahmad Qusasi. Ia menyebut Ahmad Qusasi pembimbing spiritual dan guru di jalan Allah Swt.

   Abdurrauf as-singkili meninggal dan dimakamkan di kuala (muara) Kr. Aceh, atau Banda Aceh. Abdurrauf as-singkili memiliki julukan lain, yaitu Tengku Syiah Kuala, nama tersebut diabadikan sebagai salah satu nama universitas di Aceh pada tahun 1961 M. Yaitu Universitas Syiah Kuala.

Tokoh-tokoh Ilmuwan Muslim pada Dinasti Abbasiyah



Tokoh-tokoh ilmuwan pd masa Dinasti Abbasiyah

 Pada masa dinasti abbasiyah, ilmu pengetahuan berkembang pesat, berikut beberapa ilmu pengetahuan dan tokoh-tokoh yang tamasyhur di dalamnya.

1. Kedokteran
   Adapun para ilmuwan yang mendalami bidang ilmu kedokteran pada masa kekhalifahan Abbasiyah sebagai berikut.
A. Ali bin Rabban Ath-Thabari berasal dari keluarga yahudi dikota marv, Tabristan. Setelah memeluk islam, ia menulis buku berjudul Firdaus Al-Hikmah yang berisi berbagai macam ilmu kesehatan.
B. Ibnu Sina di daratan Eropa dikenal dengan nama Avicenna. Buku karangan ibnu sina yang berjudul Al-Qanun fi Ath Thibb dijadikan sebagai buku pegangan wajib bagi para dokter di dunia.
C. Fakhruddin Ar-Razi di dunia Barat dikenal dengan nama Rhazes. Karangan Ar-Razi berjudul Al-Judari wa Al-Hasbah (cacar dan campak) telah dicetak dalam berbagai bahasa, bahkan dalam bahasa inggris telah di cetak lebih dari empat puluh kali.
D. Ibnu Nafis dikenal sebagai The second Avicenna atau ibnu sina kedua. Ibnu Nafis di juluki ahli peredaran darah. Dia dengan sangat tepat menggambarkan proses beredarnya darah dalam tubuh manusia.
E. Abi Mahasin adalah seorang dokter ahli mata. Dia berhasil menemukan berbagai penyakit mata dan cara pengobatannya. Karyanya yang terkenal berjudul Al-kafi fi al-kuhl fi ath-Thibb, mengurai tentang opthalmologi (ilmu kedokteran mata).

2. Filsafat
     Bidang ilmu filsafat melahirkan penikir-pemikir yang disebut filsuf. Berikut ini beberapa nama-nama filsuf muslim era Abbasiyah.

A. Al-kindi di dunia Barat dikenal dengan nama Alkindus. Selain filsuf, ia juga terkenal sebagai ahli kimia dan fisika. Ia memiliki perpustakaan pribadi "al-kindiyah" yang menghimpun karya-karya diberbagai bidang.
B. Ibnu Sina selain ahli kedokteran ia juga merupakan seorang filsuf. Di bidang filsafat, ia gemar membaca karya-karya Aristoteles bahkan ia pernah membaca buku "Methephysi' of Aristoteles" sebanyak 40 kali. Ia juga membaca karangan filsuf muslim al-farabi.
D. Al-Ghazali adalah seorang filsuf dan teknologi muslim persia. Di dunia Barat ia dikenal dengan sebutan Algazel. Salah satu karya terbesarnya adalah kitab ihya' 'Ulumuddin yang memberi sumbangan besar kepada masyarakat dan pemikiran manusia dalam semua masalah.

3. Astronomi
    Adapun nama-nama astronom muslim sebagai berikut.
A. Ibnu Haitsam sangat terkenal fengan teori optiknya. Ia merupakan penemu kamera pertama di dunia, dengan membuat kamera obscura yang prinsip kerjanya di jelaskan secara detail dalam kitabnya yang paling populer, yaitu al-munazhir.
B. Nashiruddin ath-Thusi adalah penemu teori gerakan planet. Dengan konsep heliosentrisnya, ia menempatkan matahari sebagai pusat tata surya. Selain itu, Nashiruddin ath-Thusi juga menemukan cara menghitung benda langit dengan angka.
C. Al-Battani di dunia Barat dikenal sebagai Albatenius. Ia adalah seorang ilmuwan muslim yang menemukan gnomon, yaitu alat untuk mengukur waktu. Seiring berjalannya waktu, gnom kenudian dikembangkan menjadi sebuah jam.
D. Al-Farghani di daratan Eropa dikenal dengan nama Faragnus. Pada masa khalifah Al-Ma'mun, ia ditunjuk mengawasi pembangunan nilmeter, yaitu bangunan untuk mengukur kapan terjadinya pasang surut sungai Nil.
E. Al-Khawarizmi dikenal di Eropa dengan nama Algoarismi atau Algorizm. Dia adalah ahli matematika penemu angka nol. Selain ahli matematika, dia juga merupakan ahli astronomi. Karyanya yang terkenal adalah istilah aljabar yang di ambil dan dipakai dalam matematika dan buku berjudul Al-kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa al-muqabalah.

Friday, March 1, 2019

Seni Budaya Lokal Nusantara

Budaya Lokal Nusantara


Seni bukanlah hal sesuatu yg diharamkan dalam islam. Karena dengan seni, kehidupan manusia akan lebih indah dan nyaman untuk dinikmati. kata Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Buddayah bentuk jamak dari kata budhi yang berarti perilaku, budi atau akal. Maka,kata kebudayaan dapat di artikan sebagai bentuk yang berkaitan dengan budi pekerti dari hasil pemikiran. Kesenian termasuk dalam unsur kebudayaan.

Kesenian adalah salah satu media yang paling mudah diterima dalam penyebaran agama islam. Salah satu buktinya adalah menyebarnya agama Islam dengan menggunakan wayang kulit dan gamelan oleh Sunan Kalijaga. Sedangkan yang dimaksud denagan tradisi adalah adat istiadat yang biasa dilakukan namun di dalamnya mengandung ajaran-ajaran Islam.

Makna dari seni budaya lokal yang bernafaskan Islam adalah segala macam bentuk kesenian yang berasal dan berkembang dalam masyarakat Indonesia serta telah mendapat pengaruh dari agama Islam.

Islam adalah agama yang mencintai kesenian. Karena Islam bukanlah agama yang hanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia, manusia denagn makhluk lain dan manusia dengan Allah SWT. Jika hubungan tersebut terjalin secara luas dan lengkap (komprehensif) serta sehat, maka seluruh aspek kehidupan umat Islam akan teratur dan Islami. Sebagaimana seni adalah perpaduan antara berbagai jenis suara, olah tubuh ataupun hal lainnya.




Seni budaya dan tradisi lokal yang bernafaskan Islam sangat banyak dan memiliki manfaat terhadap penyebaran agama islam. Untuk itulah kita sebagai generasi Islam, harus mampu mengapresiasikan diri terhadap permasalahan tersebut. Bentuk dari apresiasi terhadap seni budaya dan tradisi tersebut adalah dengan merawat, melestarikan, mengembangkan, simpati dan menghargai secara tulus atas hasil karya para pendahulu.

Saat ini, ada sebagian kelompok umat Islam yang mengharamkan dan yang membolehkan seni budaya dan tradisi yang ada. Mereka mengharamkan karena pada zaman Rasulullah Saw. tidak pernah diajarkan seni dan tradisi tersebut. Yang membolehkan dengan dasar bahwa semua tersebut adalah sebagai sarana dakwah penyebaran agama islam, sebagai generasi Islam, kamu harus mampu mensikapi sarana bijaksana dan penuh toleransi.

Para ulama dan wali pada zaman dahulu bukanlah manusia yang bodoh dan tidak tahu hukum agama Islam/ Syariat Islam. Para ulama dan wali itu adalah orang-orang yang cerdas lahir batin dan mampu menerjemahkan pesan Islam ke dalam seni budaya dan tradisi yang ada pada masyarakat Indonesia. Sehingga dengan mudah praktek keagamaan umat Islam dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Untuk itulah perlu adanya pemahaman secara bersama, bahwa seni budaya dan tradisi tidak harus diharamkan secara total karena memang mengandung nilai-nilai keislaman.