Saturday, March 16, 2019

Biografi Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah adalah putra Syarif Abdullah Umdatuddin putra Ali Nurul Alam putra Syaikh Husain Jamaluddin Akbar. Dari pihak ibu, ia masih keturunan keraton Pajajaran melalui Nyai Rara Santang, yaitu anak dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari Nyai Subang Larang, dan merupakan adik dari Kian Santang dan pangeran Walangsusang yang bergelar Cakrabuwana/ Cakra atau Mbah Kuwu Cirebon Girang.




Sunan Gunung jati mengembangkan Cirebon sebagai pusat dakwah dan pemerintahannya, yang sesudahnya kemudian menjadi kesultanan Cirebon. Anaknya yang bernama Maulana Hasanuddin juga berhasil mengembangkan kekuasaan dan menyebarkan agama Islam di Banten, sehingga kemudian menjadi cikal-bakal berdirinya Kesultanan Banten.

Friday, March 15, 2019

Biografi KH.Hasyim Asy'ari


Kh. Hasyim Asy'ari lahir pada tanggal 10 April 1875.  Ayahnya bernama kiai Asy'ari, pemimpin pesantren keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. KH. Hasyim Asy'ari memiliki garis keturunan baik dari sultan pajang Jaka Tingkir juga mempunyai keturunan ke Raja Hindu Majapahit,Raja Brawijaya V (Lembupeteng).

Salah seorang putranya,wahid hasyim adalah salah satu perumus Piagam Jakarta yang kemudian Menteri Agama RI (1949-1952), sedangkan cucunya, Abdurrahman Wahid, menjadi Presiden Indonesia yang ke-4.

KH. Hasyim Asy'ari belajar dasar-dasar agama dari ayah dan kakeknya, kiai utsman yang juga memimpin pesantren Gedang Diwek Jombang. Sejak usia 15 tahun, ia berkelana menimba ilmu berbagai pesantren, antara lain Probolinggo, Lagitan Tuban, Pesantren Kademangan di Bangkalan dan pesantren Siwalan di Sidoarjo 

Pada tahun 1892, KH. Hasyim Asy'ari pergi menimba ilmu ke Mekah, berguru pada ulama termuka di sana, awalnya KH. Hasyim Asy'ari belajar dibawah bimbingan Syaikh Mafudz at-Tarmasi dari termas (Pacitan) yang merupakan ulama dari Indonesia pertama yang mengajar Sahih Bukhori di Makkah. Syaikh Mafudz at-Tarmasi adalah ahli hadis dan hal ini sangat menarik minat belajar KH. Hasyim Asy'ari sehingga sekembalin ya ke Indonesia Pesantren ia sangat terkenal dalam pelajaran Ilmu Hadis. Ia mendapatkan ijazah langsung dari Syaikh Mafudz at-Tarmasi untuk mengajar Sahih Bukhori, di mana Syaikh Mahfudz at-Tarmasi merupakan pewaris terakhir dari pertalian penerima (isnad) hadis dari 23 generasi penerima karya ini.

Pada tahun1899, sepulangnya dari Mekkah, KH. Hasyim Asy'ari mendirikan pesantren Tebuireng, yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpebting di Jawa abad ke-20. Pada tahun 1926, KH. Hasyim Asy'ari menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya Nadhlatul Ulama (NU),yang berarti kebangkitan Ulama.

KH. M. Hasyim Asy'ari wafat pada pukul 03.00 pagi, tanggal 25 Juli 1947, bertepatan dengan Tanggal 07 Ramdhan 1366 H, dan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur

Saturday, March 2, 2019

Tradisi dan Budaya Islam di Jawa



Tradisi dan budaya islam di Jawa

  Para wali di jawa pada abad ke-15 dan 16 M telah lama dikenal bukan saja sebagai penyebar islam yang gigih dan produktif, melainkan juga sebagai perintis dan pelopor berbagai kegiatan kreatif seni. Berikut ini beberapa tradisi dan budaya yang berkembang setelah kedatangan islam di jawa dan merupakan hasil pengakulturasian budaya ulama terdahulu

A. Tahlilan
 Kata "tahlilan" berasal dari bahasa Arab "tahlil" yang bermakna mengucapkan kalimat tayibah "La ilaha illallah", yang berarti tiada tuhan selain Allah. Makna tahlil kemudian berkembang menjadi serangkaian bacaan yg terdiri atas zikir, seperti tasbih, tahmid, shalawat, takbir, tahlil, dan beberapa bacaanzikir lain, serta ayat-ayat Al-Qur'an dan doa-doa.

B. Sekaten
     Sekaten merupakan salah satu tradisi yang masih bertahan di kota Yogyakarta dan Surakarta hingga sekarang

C. Grebeg Maulud
    Upacara grebeg merupakan upacara terpenting karena mengungkapkan pada tingkat tertinggi..

D. Penanggalan Hijriah (Suranan)
      Masuknya agama Islam ke indonesia, secara tidak langsung membawa pengaruh pada sistem penanggalan

E. Selikuran
     Setiap pada tanggal 21 Ramadhan di kota Surakarta dan Yogyakarta diadakan upacara selikuran untuk menyambut malam Lailatul Qadar dengan membuat makanan berupa nasi untuk dibagikan kepada masyarakat.

F. Nyandran
    Nyandran adalah tradisi Jawa bertujuan untuk menghormati orang tua atau leluhur mereka, dengan melakukan ziarah kubur dan mendoakan arwah mereka.

G. Lebaran ketupat (kupatan)
      Kupatan dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri.

Biografi Abdurrauf As-singkili



Abdurrauf As-Singkili
     Abdur Rauf as-singkili adalah ulama besar yang lahir di kota singkil, Aceh. Nama asli Abdur Rauf as-singkili adalah Abdurrauf Al-fansuri. Abdurrauf as-Singkili adalah orang yang pertama mengembangkan Tarekat Syattariyah di Indonesia. Tarekat Syattariyah yang di ajarkan oleh Abdurrauf as-singkili bertujuan untuk untuk membangkitkan kesadaran manusia terhadap keberadaan Allah Swt. Di dalam hati manusia tersebut. Cara membangkitkan kesadaran terhadap keberadaan Allah Swt. Dalam hati manusia, yaitu melalui zikir-zikir yang ditunjukan kepada Allah Swt, Zikir-zikir kepada Allah Swt. Akan mengingatkan manusia untuk senantiasa memahami kebesaran Allah dan senantiasa mensyukurinya.
      Abdurrauf as-singkili berkeinginan untuk memperdalam ilmu keagamaannya dan memutuskan pergi ke tanah Arab pada tahun 1640 M. Ia banyak mengunjungi pusat-pusat pendidikan yang ia jumpai di sepanjang perjalanan Arab, yaitu antara Yaman sampai dengan Mekah. Kemudian ia menetap di Mekah dan Madinah untuk memperdalam ilmu agamanya. Ia mempelajari Tarekat Syattariyah pada Ahmad Qusasi (1583-1661 M) dan Ibrahim Al-Qur'ani. Abdurrauf As-Singkili memperoleh ijazah dari mempelajari tarekat tersebut, sehingga memiliki hak untuk mengajarkannya. Ia pun kembali ke Aceh dan mengajarkan Ilmu yang di dapatkan kepada penduduk Aceh.

   Abdurrauf as-singkili memiliki sekitar 21 karya tulis yang terdiri atas kitab tafsir, kitab hadis, kitab fikih, dan sisanya kitab tasawuf. Kitab tafsirnya yang berjudul Tarjuman Al-Mustafid (Terjemahan pemberi faedah) merupakan kitab tafsir Abdurrauf As-Singkili berjudul Mir'at at-Tullab fi' Tahsil Ma'rifah Ahkam asy-Syar'iyyah li al-Malik al-Wahhabu (cermin bagi penuntut ilmu Fikih untuk memudahkan mengenal segala hukum syarak Allah). Kitab tersebut memuat berbagai masalah mazhab syafi'i yang merupakan panduan bagi seorang kadi. Kitab Mir'at at-Tullab fi Tahsil Ma'rifah Ahkam asy-syar'iyyah li al-Malik al-wahhab di tulis atas perintah sultanah.

   Karya Abdurrauf as-singkili di bidang tasawuf, antara lain 'Umdat al-Muhtajin (Tiang orang yg memerlukan), kifayat al-muhtajin (pencukup para pengemban hajat), Daqa'iq al-huruf (Detail hiruf), dan Bayan Tajali (keterangan tentang Tajali). 'Umdat al-Muhtajin merupakan karya Abdurrauf as-singkili yang terpenting. Buku ini terdiri atas tujuh bab yang memuat bahasan mengenai zikir, sifat Allah Swt. Dan rasul-Nya,serta asal-usul mistik. Di akhir bukunya, Abdurrauf as-singkili menceritakan riwayat hidupnya dan gurunya. Abdurrauf as-Singkili sangat memuji Ahmad Qusasi. Ia menyebut Ahmad Qusasi pembimbing spiritual dan guru di jalan Allah Swt.

   Abdurrauf as-singkili meninggal dan dimakamkan di kuala (muara) Kr. Aceh, atau Banda Aceh. Abdurrauf as-singkili memiliki julukan lain, yaitu Tengku Syiah Kuala, nama tersebut diabadikan sebagai salah satu nama universitas di Aceh pada tahun 1961 M. Yaitu Universitas Syiah Kuala.

Tokoh-tokoh Ilmuwan Muslim pada Dinasti Abbasiyah



Tokoh-tokoh ilmuwan pd masa Dinasti Abbasiyah

 Pada masa dinasti abbasiyah, ilmu pengetahuan berkembang pesat, berikut beberapa ilmu pengetahuan dan tokoh-tokoh yang tamasyhur di dalamnya.

1. Kedokteran
   Adapun para ilmuwan yang mendalami bidang ilmu kedokteran pada masa kekhalifahan Abbasiyah sebagai berikut.
A. Ali bin Rabban Ath-Thabari berasal dari keluarga yahudi dikota marv, Tabristan. Setelah memeluk islam, ia menulis buku berjudul Firdaus Al-Hikmah yang berisi berbagai macam ilmu kesehatan.
B. Ibnu Sina di daratan Eropa dikenal dengan nama Avicenna. Buku karangan ibnu sina yang berjudul Al-Qanun fi Ath Thibb dijadikan sebagai buku pegangan wajib bagi para dokter di dunia.
C. Fakhruddin Ar-Razi di dunia Barat dikenal dengan nama Rhazes. Karangan Ar-Razi berjudul Al-Judari wa Al-Hasbah (cacar dan campak) telah dicetak dalam berbagai bahasa, bahkan dalam bahasa inggris telah di cetak lebih dari empat puluh kali.
D. Ibnu Nafis dikenal sebagai The second Avicenna atau ibnu sina kedua. Ibnu Nafis di juluki ahli peredaran darah. Dia dengan sangat tepat menggambarkan proses beredarnya darah dalam tubuh manusia.
E. Abi Mahasin adalah seorang dokter ahli mata. Dia berhasil menemukan berbagai penyakit mata dan cara pengobatannya. Karyanya yang terkenal berjudul Al-kafi fi al-kuhl fi ath-Thibb, mengurai tentang opthalmologi (ilmu kedokteran mata).

2. Filsafat
     Bidang ilmu filsafat melahirkan penikir-pemikir yang disebut filsuf. Berikut ini beberapa nama-nama filsuf muslim era Abbasiyah.

A. Al-kindi di dunia Barat dikenal dengan nama Alkindus. Selain filsuf, ia juga terkenal sebagai ahli kimia dan fisika. Ia memiliki perpustakaan pribadi "al-kindiyah" yang menghimpun karya-karya diberbagai bidang.
B. Ibnu Sina selain ahli kedokteran ia juga merupakan seorang filsuf. Di bidang filsafat, ia gemar membaca karya-karya Aristoteles bahkan ia pernah membaca buku "Methephysi' of Aristoteles" sebanyak 40 kali. Ia juga membaca karangan filsuf muslim al-farabi.
D. Al-Ghazali adalah seorang filsuf dan teknologi muslim persia. Di dunia Barat ia dikenal dengan sebutan Algazel. Salah satu karya terbesarnya adalah kitab ihya' 'Ulumuddin yang memberi sumbangan besar kepada masyarakat dan pemikiran manusia dalam semua masalah.

3. Astronomi
    Adapun nama-nama astronom muslim sebagai berikut.
A. Ibnu Haitsam sangat terkenal fengan teori optiknya. Ia merupakan penemu kamera pertama di dunia, dengan membuat kamera obscura yang prinsip kerjanya di jelaskan secara detail dalam kitabnya yang paling populer, yaitu al-munazhir.
B. Nashiruddin ath-Thusi adalah penemu teori gerakan planet. Dengan konsep heliosentrisnya, ia menempatkan matahari sebagai pusat tata surya. Selain itu, Nashiruddin ath-Thusi juga menemukan cara menghitung benda langit dengan angka.
C. Al-Battani di dunia Barat dikenal sebagai Albatenius. Ia adalah seorang ilmuwan muslim yang menemukan gnomon, yaitu alat untuk mengukur waktu. Seiring berjalannya waktu, gnom kenudian dikembangkan menjadi sebuah jam.
D. Al-Farghani di daratan Eropa dikenal dengan nama Faragnus. Pada masa khalifah Al-Ma'mun, ia ditunjuk mengawasi pembangunan nilmeter, yaitu bangunan untuk mengukur kapan terjadinya pasang surut sungai Nil.
E. Al-Khawarizmi dikenal di Eropa dengan nama Algoarismi atau Algorizm. Dia adalah ahli matematika penemu angka nol. Selain ahli matematika, dia juga merupakan ahli astronomi. Karyanya yang terkenal adalah istilah aljabar yang di ambil dan dipakai dalam matematika dan buku berjudul Al-kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa al-muqabalah.

Friday, March 1, 2019

Seni Budaya Lokal Nusantara

Budaya Lokal Nusantara


Seni bukanlah hal sesuatu yg diharamkan dalam islam. Karena dengan seni, kehidupan manusia akan lebih indah dan nyaman untuk dinikmati. kata Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Buddayah bentuk jamak dari kata budhi yang berarti perilaku, budi atau akal. Maka,kata kebudayaan dapat di artikan sebagai bentuk yang berkaitan dengan budi pekerti dari hasil pemikiran. Kesenian termasuk dalam unsur kebudayaan.

Kesenian adalah salah satu media yang paling mudah diterima dalam penyebaran agama islam. Salah satu buktinya adalah menyebarnya agama Islam dengan menggunakan wayang kulit dan gamelan oleh Sunan Kalijaga. Sedangkan yang dimaksud denagan tradisi adalah adat istiadat yang biasa dilakukan namun di dalamnya mengandung ajaran-ajaran Islam.

Makna dari seni budaya lokal yang bernafaskan Islam adalah segala macam bentuk kesenian yang berasal dan berkembang dalam masyarakat Indonesia serta telah mendapat pengaruh dari agama Islam.

Islam adalah agama yang mencintai kesenian. Karena Islam bukanlah agama yang hanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia, manusia denagn makhluk lain dan manusia dengan Allah SWT. Jika hubungan tersebut terjalin secara luas dan lengkap (komprehensif) serta sehat, maka seluruh aspek kehidupan umat Islam akan teratur dan Islami. Sebagaimana seni adalah perpaduan antara berbagai jenis suara, olah tubuh ataupun hal lainnya.




Seni budaya dan tradisi lokal yang bernafaskan Islam sangat banyak dan memiliki manfaat terhadap penyebaran agama islam. Untuk itulah kita sebagai generasi Islam, harus mampu mengapresiasikan diri terhadap permasalahan tersebut. Bentuk dari apresiasi terhadap seni budaya dan tradisi tersebut adalah dengan merawat, melestarikan, mengembangkan, simpati dan menghargai secara tulus atas hasil karya para pendahulu.

Saat ini, ada sebagian kelompok umat Islam yang mengharamkan dan yang membolehkan seni budaya dan tradisi yang ada. Mereka mengharamkan karena pada zaman Rasulullah Saw. tidak pernah diajarkan seni dan tradisi tersebut. Yang membolehkan dengan dasar bahwa semua tersebut adalah sebagai sarana dakwah penyebaran agama islam, sebagai generasi Islam, kamu harus mampu mensikapi sarana bijaksana dan penuh toleransi.

Para ulama dan wali pada zaman dahulu bukanlah manusia yang bodoh dan tidak tahu hukum agama Islam/ Syariat Islam. Para ulama dan wali itu adalah orang-orang yang cerdas lahir batin dan mampu menerjemahkan pesan Islam ke dalam seni budaya dan tradisi yang ada pada masyarakat Indonesia. Sehingga dengan mudah praktek keagamaan umat Islam dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Untuk itulah perlu adanya pemahaman secara bersama, bahwa seni budaya dan tradisi tidak harus diharamkan secara total karena memang mengandung nilai-nilai keislaman.




Tuesday, February 19, 2019

Bani Hasyim

para keluarga Abbas melakukan berbagai starategis dan persiapan di ketiga tersebut. salah satunya dengan memproganda bahwa orang-oranrhakg Abasiyah lebih berhak dari pada Bani Umayyah atas kekhalifahan Islam. Mereka adalah keturunan Bani Hasyim yang nasabnya lebih dekat dengan Nabi Saw. pemimpin gerakan ini adalah Imam Muhammad bin Ali, salah seorang keluarga Abbasiyah yang tinggal di Humaymah. Muhammad bin Ali menonjolkan ama Bani Abbasiyah, melainkan menggunkan nama Bani Hasyim untuk menghindari perpecahan dengan kelompok Syi'ah. Strateginya berhasil menggabung berbagai kekuatan, terutama antara pendukung fanatik Ali bin Abi Talib dengan kelompok lain.

untuk melakukan berbagai propoganda, diangkatlah 12 propogandis yang tersebar di berbagai wlayah, seperti di Khurasan,kufah,irak,dan Makkah. Di antara propagandis yang terkenal adalah Abu Muslim Al-Khurasani, seoranntokoh asyarakat di Khurasan yang meraasadirugikan selam masa Dinasti Umayyah.

Prestasi-Prestasi Yang Diraih Umat islam pada masa khalafaurrasyidin

A. Prestasi-prestasi yang diraih umat islam pada masa khalafaurrasyidin


    Di masa kepemimpinan khalafaurrasyidin, banyak prestasi yg dicapai oleh masing-masing khalifah. Berikut penjabarannya.



1. Prestasi yg diraih pd masa khalifah Abu Bakar As-Siddiq
a. Mengirim pasukan di bawah pimpinan Usamah bi Zaid untuk memmerangi kaum Romawi sebagai realisasi dari rencana Rasullah ketika masih hidup.
b. Mengiromkan pasukan-pasukan dengan niat dakwah ke seluruh pelosok negeri arab, seperti Persia, Irak,dan Syam.
c. Memerangi kaum murtad dan yang menolak untuk membayar zakat.
d. Menginisiasi pengumpulan Al-Qur'an ke dalam satu mushaf yang dikoordinir oleh Zaid bin Tsabit.
e. Mendirikan Baitul Mal untuk kemaslahatan umat.

2. Prestasi yg diraih pd masa khalifah umar bin khattab
a. Mengutus seorang amir (gubernur) untuk memimpin tiap-tiap daerah kekuasaan islam.
b. Membangun dua kota besar di Irak, yaitu Basrah dan kufah.
c. Menaklukkan dua kekaisaran besar, yaitu persia dan romawi sehingga semakin memperluas wilayah kekuasaan islam.
d. Mengoptimalkan kinerja Baitul Mal sebagai lembaga yg mengurusi keuangan negara dengan cara memilih para pegawai yg jujur dan amanah.
e. Menata administrasi dan keuangan dengan membentuk beberapa dewan atau lembaga, sebagai berikut.
1) Diwan Al-Kharraj (Lembaga Perpajakan)
2) Diwan Al-Addats (Lembaga Kepolisian)
3) Nazar Al-Nafiat (Lembaga Perpajakan Umum)
4) Diwan Al-Jund (Lembaga Militer)
f. Menetapkan kalender hijriah sebagai kalender umat islam.

3. Prestasi yg diraih pd masa khalifah utsman bin affan
a. Memperluas wilayah kekuasaan islam hingga mencapai Asia,Afrika,Siprus, dan Konstinopel
b. Membentuk angkatan laut pertama umat islam untuk menjaga wilayah pantai kekuasaan islam.
c. Melakukan pengkodifikasian Al-Qur'an sehingga dapat terkumpul dalam satu mushaf.
d. Menyebarkan mushaf-mushaf Al-Quran ke seluruh pelosok negeri sehingga umat islam dapat mempelajarinya.

4. Prestasi yg diraih pd masa khalifah Ali bin Abi Thalib
a. Melakukan pergantian pejabat yg kurang cakap semasa utsman bin affan.
b. Membenahi Baitul Mal.
c. Memajukan bidang ilmu bahasa.

Wednesday, February 13, 2019

Jalur-Jalur Masuknya Islam Di Nusantara

jalur-jalur masuknya islam di nusantara


1. Islam masuk ke indonesia petama kali melalui jalur perdagangan selanjutnya, islam disebarkan melalui jalur pernikahan, pendidikan, dan kebudayaan.

A. Jalur perdagangan 
        para pedagang muslim dari Arab, Persia, dan India ikut ambil bagian alam persebaran agama Islam. hal ini sesuai dengan pekembangan lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia (Arab, Persia, dan India) pada abad ke-7 M hingga abad ke-16 M. perdagangan dunia tersebut membuat para pedagang muslim berlayar ke negeri-negeri bagian barat, tenggara, dan timur Benua Asia untuk berdagang. 
   Islam masuk ke indunesia melalui jalur dua jalur berikut
1) jalur utara, yaitu Arab-Damaskus-Baghdad-Gujarat
    (patai barat india) Indonesia
2) jalur selatan, yaitu Arab-Yaman-Gujarat (pantai barat India)
    Sri Laka Indonesia


  Hasil gambar untuk pulau indonesia

Friday, September 29, 2017

PROFIL HARUN AR-RASYID



2. Khalifah Harun Ar-Rasyid (786-809 M) 
    Pemimpin Bijaksana dan peletak Dasar Pemerintah Modern

  perempuan Berpengaruh Masa Abbasyah Zubaidah Binti Ja'far

 Zubaidah Bini Ja'far Adalah Istri Khalifah Harun Ar-Rasyid da ibu dari Khalifah Al-Amin. Dia merupakan sibol wanita yang penuh semangat dan mampu memberikan contoh dan keteladanan. Nama Aslinya Amatul Aziz binti Ja'far.

Wanita mulia ini selalu dimanjakan dengan curahan kasih sayang.Kakeknya Abu Ja'far Al-Mansur dan pamannya Al--Mahdi, juga membesarkannya dengan penuh cinta. Kakeknya sangat mengagumi sang cucu sehingga memanggilnya ''Zubaidah'' yang berarti buih nan jernih''.

Zubaidah adalah seoang wanita wanita yang cerdas,Bijaksana,Setia,penyayang. pendapatnya selalu di hormarti sehingga di jadikan penasehat pribad Khalifah.

Dia juga wanita yang kasih dan banyak menghafal syair dan gurindam dia bahkan mengubah syair, dan senantiasa bersedia berdebat dengan kaum lelaki dalam berbagai bidang Ilmu dan seni. di samping itu, dia di kenal pula dikenal pula sebagai wanita berwajah cantik. wajah jika Ia sangat dikasihi oleh Harun Ar-Rasyid serta diletakkannya di tempat yang terhormat lagi Mulia.

Khalifah Harun Ar-Rasyid (145-193 H/763-809 M) dilahirkan di Rayy pada bulan Februari 7763 M/145 H. Ayahnya bernama Al-Mahdi dan ibunya bernama Khaizurran. Ia dbesarkan di lingkungan Istana, mendapat bimbingan Ilmu-ilmu Agama, dan Imu pemerintahan dibawah bimbingan seorang guru yang terkenal, yaitu Yahya bin Khalid  Al-Barmaki, seorang ulama besar di zamannya. Ketika Ar-Rasyid menjadi Khalifah, Yahya menjadi perdana menterinya sehingga banyak naihat dan anjuran kebaikan mengalir darinya.

Tanggung Jawab yang berat sudah dipukul Harun Ar-Rasyid sejak sang Ayah, Khalifah Al-Mahdi melantiknya sebagai gubernurnur di Saifah tahun 163 H. Semenjak tahun 164 H, Ia diberikan wewenang untuk mengurus seluruh wilayah Anbar dan negri-negri di Wilayah Afrika Utara.

Harun Ar-Rasyid diangkat menjadi khalifah pada September 786 M. Usianya sangat muda ketika itu, yakni 23 tahun. Jabatan khalifah itu pegangnya setelah saudaanya yang menjaba Khalifah, Musa Al-Hadi Wafat.

Kepribadian Harun Ar-Rasyid sangat mulia. Sikapnya tegas, mampu mengendalikan diri, tidak emosional, berperasaan sangat halus, dan toleran. Akhlak mulianya dimukakan oleh Abdul 'Atahiyah, seorang penyair kenamaan saat itu. Selain itu, Ia dikenal seagai serag Khalifah yang suka humor. Dia juga terkenal sebagai pemimpin yang pemurah dan dermawan. Banyak sejarawan menyamankannya dengan Khalifah Umar bin Abdul Azis dari Dinsti Umayyah. Ia sering turun ke jalan-jalan di kota Baghdad pada malam hari melihat kehidupan sosial yang sebenarnya. Di masanya, tidak seorang pun yang kelaparan dan teraniaya, tanpa diketahui oleh Harun Ar-Rasyid.

Khalifah Harun Ar-Rasyid mempunyai perhatian dan minat yang besar terhadap Ilmu pengetahuan dan kebudayaan. para ilmuwan dan budayawan dilibatkan dalam setiap pengambilan kebijakan. Khalifah juga melakukan penterjemahkan besar-besaran terhadap buku-buku Ilmu pengetahuan berbahasa Asing ke dalam bahasa Arab. bahasa Arab menjadi bahasa resmi dan bahasa pengantar di sekolah-sekolah, perguruan tinggi, bahkan menjadi ala komunukasi umum. semua pengetahuan yang termuat dalam bahasa Asing segera diterjemahkan ke dalam bahasa Arab agar dapat dikaji dan dipahami masyaakat luas. Dewan penerjemah pun dibentuk, yang diketuai oeh seorang pakar bernama Yuhana Bin Musawih.

Kota Baghdad menjadi macusuar, kota impian 1.0001 malam yang tidak ada tandigannya di dunia pada abad pertengahan. Selain itu, pada masa kekhalifahannya wilayah kekuasaan Dinasti Abbasyiah membentang dari Afrika Utara sampai ke Hindikus, India. Kekuattan militer yang dimikinya juga sangat luar biasa.

Pada masa Khaifah Harun Ar-Rasyid, hidup seorang cerdik pada yang sering memberikan nasihat kebaikan kepadanya, yaitu Abu Nawas, Nasihat-nasihat kebaikan Abu Nawas disertai dengan gayanya yang lucu. Hal tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Khalifah Haru Ar-Rasyid.

Kebijakan dan kecapaiannya dalam memimpin mampu membawa negar dalam situasi aman,damai,dan tenteram. Tingkat kejahatan sanat tinggi sehingga sulit mencari orang yang akan diberikan Zakat, Ifak, dan sedekah. Dapat dikatakan bahwa tingkat kemakmuran  penduduk merata. pada mas pemerintahannya Dinasti Abbasiyah mengalami masa kejayaan dan keemasan, sekaligus menjadi salah satu pusat peradban dunia.

Khalifah Harun Ar-Rasyid meninggal duia di khurasan paa tanggal 3 atau 4 Jumadissani 193 H/809 M, setelah menjadi khalifah selama 23 tahun 6 bulan. Saat meninggal dunia, usianya 45 tahun. Shalt Jenazah Khalifah Haru Ar-Rasyid dipimpin oleh anaknya sendi bernama Salih.

Dinasti Abbasiyah dan dunia Islam saat itu benar-benar-benar kehilangan sosok pemimpin yang saleh, adil, da bijaksana. Di masa itu, tidak seorang pun yang teraniaya tanpa diketahui olh Harun Ar-Rasyid untuk mendapatkan perlindungan hukum yang adil.  

PROFIL ABU JA'FAR AL-MANSUR







1. Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur (136-158 H/754-775 M) Pendiri Kota Baghdad

    A. Biografi Singkat
         
         Abu Jafar Abdullah bin Muhammad Al-Mansur adalah Khalifah kedua Bani Abbasiyah, putra
         dari Muhammad bin Ali bin Abdullah ibn Abbas bin Abdul Muthalib, dilahirkan di Hamimah
         pada tahun 101 H. ibunya bernama Salamah Al-Barbariyah, seorang wanita dari suku Barbar.
         Al-Mansur merupakan saudara Ibrahim Al-Imam dan Abul Abbas As-Saffah. Al-Mansur
         memiliki kepribaian yang kuat, tegas, berani , cerdas, dan memiki otak yang Cemerlang.

        Ia dinobatkan sebagai putra mahkota oleh Kakaknya, Abul Abbas As-Saffah. ketika As-Saffah
        meninggal, Al-Mansur dilantik menjadi Khalifah Saat usiaya 36 Tahun.
     
       Al-Mansur seorang Khalifah yang tegas, Bijaksana, Alim, berpikiran majuu, baik budi, dan
       pemberani. Ia tampi dengan gagah berani dan cerdik menyelesakan berbagai persoalan
       pemerintahan Dinasti Abbasiyah. Al-Mansur juga sangat mencintai Ilmu pengetahuan.
       Kecintaanya terhadap Ilmu Pengetahuan menjadi  Pilar bagi pengembangan peradaban Islam di
       masanya.

      Setelah menjalankkan pemerintahan elama lebih dari 22 tahun, pada tanggal 7 Zulhijjah tahun
      158 H/775 M, Al-Mansur wafat ketika perjalanan  ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji
      dalam usia 57 tahun, di suatu tempat bernama ''Bikru Ma'unah''. Jenazahnya dimakamkan di
      Makkah.

  B. Kebijakan dalam Pemerintahan 

  Setelah dilntik menjadi Khalifah tahun 136 H/754 M, Al-Mansur membenahi Administrasi
  pemrintahan dan kebijakan politik, Dia menjadikan wazir sebagai koordinator kementerian. wazir
  pertama yang diangkangkat berama Khalid Bin Barmak, berasal dari Balk, pesia, Al-Mansur juga
  membentuk lembaga protokoler negara, Sekretaris negara , dan kepolisian negaa, disampig
  membenahi angkatan bersenjata, Dia menunjuk Muhammad bin Abd Al-Rahman sebagai hakim
  pada lembaga kehakiman negara. Jawatan Pos yang sudah ada sejak masa Dinasti Umayyah
  ditingkatkan peranannya, terutama untuk menghimpun seluh Informasi dari daerah agar
  administrasi kenegaraan berjalan dengan lancar, Sekaligus menjadi pusat Informasi khalifah
  untuk mengontrol para gubernurnya.

  Untuk memperluas jaringan politik, Al- Mansur menaklukkan kembali daerah-daerah  yang
  melepaskan diri, dan menertiban keamanan daerah perbatasan. Di antara usaha tersebut adalah
  merebut benteng-benteng di Asa, kota Malatia, wilayah Cappadocia, dan Cicilia pada tahun 756-758
  M. Ke Utara , bla tentaranya juga melintasi pegunungan Taurus dan mendekati Selat Bosporus.  

 Selain itu, Al-Mansur membangu hubungan diplomatik dengan wilaya-wilayah luar Jazirah Arabia.
 Dia membuat perjanjian damai dengan kaissar Constantine V dan mengadakan genjata senjata antara
 tahun 758-765 M. Khalifah Al-Mansur juga melakukan dakwah Islam ke Byzantium . Ia berhasil
 menjadikan krajaan tersebut membayar Upeti tahunan kepada Dinasti Abbasiyah. selain itu , dia juga
 mngadakan kerja sama dengn Raja Pepin dari Prancis. Saat itu , diaKekuasaan Bani Umayyah II di
 Andalusia dipimpin oleh Abdurrahman Ad -Dakhil.Al-Mansur berhasil pula menakluka daerah
 Afrika Utara pada tahun 144 H, Meski terkadang kota Kairawan silih berganti bertukar wali. Suatu
 Saat dikuasai oleh bangsa Arab, di lain aktu ke tangan Barba lagi. Baru pada tahun 155 H, Kota tersebut dikuasai secara penuh oleh Daulah Abbasiyah.

C. Mendirikan Kota Baghdad 
    
    Pada masa Awal pemeritintahan Dinasti Abbasiyah, yakni di masa As-Saffah, pusat
    pemerintahannys berada di kota Anbar, sebuah kota kuno persia di sebelah timur sungai Eufrat.
    Istananya diberi nama Hasimiyah, dinasbahkan kepada sang kakeknya, Hasyim bin Abdi Manaf
 
   Pada masa Al-Mansur, pusat pemerintahan dipindahkan lagi ke Kufah. Ia mendirikan Istana baru
   dengan nama Hasyimiyah II. Selanjutnya, untuk lebih menetakan dan menjaga Stabilitas politik,
   Al-Mansur mencari daerah Strategis untuk djadikan Ibu kota egara. Pilihannya jatuh pada daerah
   yang sekrang dinamakan Baghdad, terletak di tepian sungai Tigris dan Eufrat. Sejak Zaman persia
   kuno, koota sudah mnjadi ppusat perdagangan yang dikunjungi saudagar dari berbagai penjuru
   dunia, termasuk pedagang dari cina dan India. Menurut cerita rakyat, daerah ini sebelumnya adalah
   tempat peristirahatan Kisrah Anusyirwan, Raja Persia yang tamasyhur. Baghdad ''taman keadilan''.
   Taman itu lenyap bersama hancrya kerajaan persia, namun namnya tetap menjadi kenanga rakyat.

  Kota tersebut dibangun Khalifah dengan melibatkan para arsektur, tukang bau, tukang kayu, ahli
  lukis, dan lain-lain. mereka didatangkan dari Syiria, Mosul, Basrah, dan Kufah yang berjumlah
  Sekitar 100.000 Orang. Kota Baghadad berbentuk bundar. Di sekelilingnya dibangun dinding
  atau tembok yang bsar dan tinggi, sedangkan sebelah luarnya digali parit besar yang berfungs
  sebagai saluran sekaligus bnteng pertahanan.

 Terdapat empat pintu gerbang di seputar kota ini, disediakan untuk setiap orang yang ingin memauki
 kota. Keempat pintu gerbang iu adalah Bab Al-Kuffah, terletak di seelah Barat Daya Bab Syam,
 terletak di Baat Laut, Bab Al-Basrah, di tenggara dan Bab Al-Khurasan, di Timrur Laut. Di  antara
 masng-masing pintu gerbang di bangun 28 menara, fungsinya sebagai tempat pengawal negara
 bertugas mengawasi keadaan di luar. Di atas setiap pntu gerbang di bangun tempat peristirahatan
 berhias ukiran yang indah da menyenagkan. Di tengah-tengah kota terletak istana Khalifah dengan
 seni arsitekturPersia. Istana ini dikenal dengan Al-Qasr Al-Zahbi, berarti 'istana emas' istana juga
 dilengkapi dengan bangunan masjid, tempa pengawal istana, polisi , dan tempat tinggal putra-putri
 serta Keluarga Khalifah.

 Di Sekitar Istana dibanngun pasar tempat perbelanjaan, termasuk jalan raya yang menghubungkan
 keempat pintu gerbang. Sejak Awal berdirinya, kota ini sudah menjadi pusat peradaban dan
 kebangkitan ilmu pengetahuan Islam. itulah sebabnya, philip K. Hitti, seorang peneliti sejarah Arab menyebut Bagdad sebagai kota intelektual Menurutnya, di antara kota-kota di dunia, Baghdad merupakan profesur masyarakat Islam. Bahkan dalam cerita 1001 malam, Baghdad menjadi kota impian.

Al-Mansur memindahkan ibu kota negara ke kota baru dibangunnya, yaitu Baghdad pada tahu 752 M. Kota ini selajutnya bukan hanya menjadi pusat pemerintahan yang strategis, tetap juga menjadi pusat kebudayyan dan peradaban Islam.

 
  

D. Pengembangan Ilmu Pengetahuan
     
     Al-Mansur menunjukkan minat dan perhatian yang besar terhadap pengembangan Ilmu
     Pengetahuan. Penyalinan literatur Iran, Grik serta Siryani dilakukan secara besar-besaran. Dia
     mendorong usaha menerjemahkan buku-buku pengetahuan dari kebudayaan asing ke bahasa Arab
     agar dikaji orang-orang Islam.

     perguruan tinggi ketatiban di jundisapur yang dibangun oleh Khosru Anusyirwan (351-579 M,
     Kaisar persia) dihidupkan kembali melalui tenaga pengajar dari tabib-tabib asal Grik dan Roma,
     yang menjadi tawanan perang.

    Al-Mansur juga mendirikan sebah perguruan tinggi sebagai gudang pengetahuan yang diberi nama
    ''Baitul Hikmah''. Usahanya itu telah menjadikan kota Baghdad sebagai kiblat ilmu pengetahuan
    dan peradaban Islam. Ia mengajak banyak ulama dan para ahli dari berbagai daeah untuk datang
    dan tinggal di Baghdad. Dia mendorong pembukuan Ilmu Agama, Seperti Fiqh,Tafsir,Tauhid,Hadis
    dan Ilmu lain seperti bahasa dan Ilmu Sastra. Pada masanya lahir juga para punjangga, pengarang,
    dan penerjemah yang hebat, termasuk Ibn Muqqaffak yang menerjemahkan buku Khalilah Wa 
    Dimnah dai bahasa parsi. 

Profil Abu Al-Abbas As-Saffah


    ABU AL-ABBAS AS-SAFFAH
   SANG PENDIRI DINASTI ABBASIYAH             



Keturunan Bani Abbasiyah yang berhasil lolos dalam peperangan dengan bangsa Mongol
dan berhasil menyelamatkan diri ke Mesir. Sejak saat itu, pusat keuasaan Islam berpindah ke Kiro. Al-Muntasir dilantik sebagai Khalifah tanggal 1 Rajab 659 H. Berikut nama-nama Khalifah masa Abbasiyah yan berpusat di Mesir:

1. Al-Mustasir Billah II (660-661 H/1261-1262 M);
2. Al-Hakim Biamrillah I (661-701 H/1262-1302 M);
3. Al-Mustakfi Billah I (701-732 H/1302-1334 M);
4. Al-Wasiq Billah I (732-742 H/1334-1354 M);
5. Al-Hakim Biamrillah II (742-753 H/1343-1354 M);
6. Al-Mu'tadid Billah I (753-763 H/1354-1364 M);
7. Al-Mutawakkil 'Alallah I (763-785 H/1363-1386 M);
8. Al-Wasir Billah II  ( 785-788 H /1386-1389 M);
9. Al -Mu'tasim (788-791 H/1389-1392 M); 
10. Al-Mutawakkil 'Alallah II (791-808 H/1392-14-9 M);
11. Al-Musta'in Billah (808-815 H/1409-1426 M);
12. Al-Mu'tadid Billah II (815-845 H/1416-1446 M);
13. Al-Mustakfi Billah II (845-854 H/1446-1455 M);
14. Al-Qa'im Biamrillah (754-859 H/1455-1460 M);
15. Al-Mustanjid Billah (859-884 H/1460-1485 M);
16. Al-Mutawakil 'Alallah (884-893 H/1485-1494 M);
17. Al-Mutamasikk 'Alallah (893-914 H/1494-1515 M);
18. Al-Mutawakkil 'Alallah (914-918 H/1515-1517 M);

Masa kepemimpinan Bani Abbasiyah yang berpusat di Mesir berakhir pada tahun 918 H. Khalifah Abbasiyah terakhir bernama Al-Mutawakil 'Alallah (III). Ia turun tahta dan menyerahkan kekuasaan kepada Sultan Salim (Kekhalifahan Usmani di Turki).
        

Tuesday, September 26, 2017

Silsilah Khalifah Dinasti Abbasyah

C. Sisilah Khalifah Dinasti Abbasiyah

 Dinasti Abbasiyah dipimpin oleh 37 orang khaalifah selama lima setengah abad (132-656 H / 750-1258 M) Berkuasa , yaitu sebagaii berikut:

Dari Bani Abbas:
1. Abul Abbas As-Saffah (133-137 H /750-74 M)
2. Abu Ja'far Al-Mansur (137-159 H /754-775 M)
3. Al-Mahdi (159-169 H/775-785 M)
4. Musa Al -Hadi (169-170 H/785-786 M)
5. Harun Ar-Rasyid (170-194 H/786-809 M)
6. Al-Amin (194-198 H/809-813 M)
7. Al-Makmum (198-318 H/813-933 M)
8. Al-Mu'tasim (833-845 M)
9. Al-Wasiq (223-228 H/842-847 M)
10. Al-Mutawakkil (233-297 H/847-861M)
11. Al-Muntasir Billah (247-248 H/861-862 M)
12. Al-Musta'in Billah (248-252 H/862-866 M)
13. Al-Mu'taz Billah (252-256 H/866-869 M)
14. Al-Muhtadi Billah (256-257 H/869-870 M)
15. Al-Mu'tamad 'Alalllah (257-279 H/870-892 M)
16. Al-Mu'tada Billah (279-290 H/892-902 M)
17. Al-Muktafi Billah (290-296 H/902-908 M)
18. Al-Muqtadir Billah (296-320 H/908-932 M)





  Dari Bani Buwaihi
19.  Al-Qahir Billah (tahun 320-323 H/932-934 M)
20.  Al-Radi Billah (tahun 323-329 H/934-940 M)
21.  Al-Muttaqi Lillah (tahun 329-333 H/940-944 M)
22.  Al-Musaktafi Al-Allah (tahun 333-335 H/944-946 M)
23.  Al-Muti' Lillah (tahun 335-364 H/946-974 M)
24. Al-Tai'i Lillah (364-381 H/974-991 M)
25.  Al- Qadr Billah (381-423 H/991-1031 M)
26.  Al-Qa'im Biamrillah (423-468 H/1031-1075 M)







Bani Saljuk
27. Al-Mu'tadi Biamrillah (468-487 H/1075-1094 M)
28. Al-Mustadir Billah (487-512 H/1094-1118 M)
29. Al-Mustarsyid (512-530 H/1118-11135 M)
30. Al-Rasyid Billah (530-531 H/1135-1136 M)
31. Al Muqtafi Liamrillah (531-555 H/1136-1160 M)
32. Al-Mustanjid Billah (555-566 H/1160-1170 M)
33. Al Mustadi'u Biamrillah (566-576 H/1170-1180 M)
34. An Nasir Liddinillah (576-622 H/1180-1225 M)
35. Az Zahir Biamrillah (622-623 H/1225-1226 M)
36. Al Mustansr Billah (623-640 H/1226-1242 M)
37. Al Mu'tasim Billah (640-656 H/1242-1258 M)



Menurut para Sejarawanan, masa pemerintah Dinasti Abbasiyah dibagi menjadi 4 (empat)
Periode, yaiu:

1. Masa Abbasiyah I, yaitu semenjak lahirnya Daulah Abbasiyah tahun 132 H/1055 M Sampai
  wafatnya Khalifah Al-Wastiq 232 H/847 M. Periode ini sering di sebut pengaruh persia pertama.

2.Masa Abbasiyah II, yaitu mulai Khalifah Al-Mutawakil tahun 232 H/847 M Sampai berdirinya
  Daulah Buwaihiyah di Baghdad tahun 334 H/946 M, disebut masa pengaruh Turki pertama.

3.Masa Abbasiyah III, yaitu dari berdirinya Daulah Buwaihiyah tahun 334 H/1055 M. periode ini
   disebut juga masa pengaruh persia kedua.

4.Masa Abbasiyah IV, yaitu masuknya orang-orang Saljuk ke Baghdad tahun 447 H/1055 M.
  sampai jatuhnya kota Baghdad ke tangan bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagukhan tahun 656
  H/1258 M. Periode ini disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua.

Serangan bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu terjadi pada masa kepemimpinan Al- Mu'tasim Billah pada tahun 656 H. Dalam perperangan yang berlanngsung selama 40 hari, Khalfah Al-Mu'tasim terbunuh. Akibat serangan ini, dunia Muslim tidak memiliki khalifah sekitar tiga setengah tahun hingga didirikannya kekhalifahan di Mesir. Al-Muntasir adalah orang pertama yang diangkat sebagai Khalifah Bani Abbasiyah di Mesir.